• Search
  • Menu

Kanal nasional

Daftar Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2014

Hari libur nasional di tahun 2014 bertambah satu, setelah Presiden SBY menetapkan 1 Mei sebagai hari bebas kerja untuk memperingati Hari Buruh Internasional.

12 Desember 2013

KPK Indikasikan Korupsi Besar di Bidang Pangan

Indikasi tersebut terlihat dari kondisi Indonesia yang saat ini terus menerus mengimpor bahan pangan pokok. Padahal Indonesia sebagai negara agraris, pernah berswasembada pangan

12 Desember 2013

Suku Anak Dalam di Jambi Digusur Wilmar Group, Hukum ada di mana?

Suku Anak Dalam (SAD) di Jambi, digusur perusahaan milik salah satu orang terkaya di Indonesia. Padahal, Gubernur Jambi sudah tiga kali menegur perusahaan agar jangan menggusur SAD. Hukum di mana?

12 Desember 2013

Rizal Ramli: Selamat kepada SBY, Korupsi makin Banyak

Rizal menjelaskan, bila di era kepemimpinan sebelumnya korupsi di tataran elite mencapai sekitar 30 persen, kini jumlahnya naik menjadi 45 persen.

12 Desember 2013

KPK tak Takut Tetapkan Atut Tersangka

Siapa bilang KPK takut sama Atut? Ketua KPK Abraham Samad menegaskan, KPK tidak takut tetapkan Atut menjadi tersangka. Kita tunggu bukti.

12 Desember 2013

4 Anggota DPR Melecehkan Perempuan

Komnas Perempuan mempertanyakan cara anggota DPR menyeleksi perempuan.

12 Desember 2013

Politk Perlu Belaian Sayang

Rupanya bukan hanya manusia yang perlu belaian sayang, supaya jangan jabai (jarang dibelai). Politik juga butuh?

12 Desember 2013

Banyak Korupsi, SBY Tak Berkecil Hati

(Korupsi) tantangan yang berat bagi kita. Tapi, tidak perlu kecil hati, negara lain yang sudah ratusan tahun merdeka, memberantas korupsi, masih ada juga korupsi

11 Desember 2013

PKS: Mau Hukuman Ringan? Korupsilah yang Banyak

Hidayat mencontohkan, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin dihukum 7 tahun penjara, padahal kerugian negara yang disebabkan Nazaruddin lebih besar dibandingkan Luthfi.

11 Desember 2013

Kritik untuk KPK

Ada masa-masa gemilang dan ada pula masa-masa kelam, khususnya pada momen terjadinya kriminalisasi dua pimpinan mereka: Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah.

11 Desember 2013