• Search
  • Menu

Chelsea Juara Liga Europa

Kabar Kebumen | Kamis, 16 Mei 2013 - 12:48 WIB | 1136 Views



AMSTERDAM - Branislav Ivanovic memastikan Chelsea menang 2-1 atas Benfica dalam final Liga Europa di Amsterdam Arena, Belanda, Kamis (16/5) dini hari WIB. ?The Blues? menjadi klub pertama yang bisa be

Pertandingan sepertinya akan berlanjut dengan babak tambahan setelah keunggul­an Chelsea dari gol Fernando Torres pada menit 60 dihapuskan oleh penalti Oscar Cardozo pada menit 68. Namun, sekitar tiga menit memasuki injury time,  Ivanovic mencetak gol kemenangan dengan sundulan.
John Terry hanya duduk di tribun penonton karena terganjal cedera engkel, namun dia tetap mengenakan kostum lengkap. Terry bergabung dengan rekan-rekannya saat menerima trofi juara, seperti ketika dia kena hukuman la­rangan bermain dalam final Liga Champions tahun lalu.   
“Rasanya luar biasa. Tim ini layak menerimanya. Kami telah menjalani musim yang amat berat dan melewati begitu banyak pertandingan,” kata Ivanovic.
Chelsea adalah klub keempat yang berhasil meraih gelar juara di ketiga turnamen sepak bola Eropa, termasuk Cup Winners Cup yang sudah tidak digelar lagi. Tiga klub pendahulunya adalah Ajax Amsterdam, Bayern Munich, dan Juventus.
Manajer sementara Chelsea, Rafael Benitez, menyamai rekor Giovanni Trapattoni sebagai pelatih yang mampu menjuarai ajang ini bersama dua klub berbeda. Pada 2004,  Benitez meraih sukses bersama Valencia.
“Penampilan yang bagus di babak kedua, melawan tim yang amat bagus. Pemain telah kerja keras sepanjang musim. Keberhasilan ini tidak diraih dengan mudah. Saya senang dan amat bangga,” kata pelatih asal Spanyol yang telah memenuhi  target meloloskan Chelsea ke Liga Champions musim depan.  
Hasil ini menyesakkan kubu Benfica. Klub asal Portugal itu tujuh kali kalah di final Eropa sejak meraih juara pada 1962. “Fans Benfica lebih baik dari fans Chelsea. Mereka layak menerima kemenangan Benfica atas hasrat dan perasaan serta patriotisme yang mereka perlihatkan,” ujar pelatih Benfica, Jorge Jesus.
“Kekalahan ini berat bagi saya, terutama setelah mengingat kesetiaan fans Benfica. Selama 93 menit, Benfica bermain jauh lebih baik ketimbang Chelsea,” tuturnya.
Benfica terancam mengakhiri musim ini tanpa gelar juara. Peluang menjuarai Liga Portugal menipis setelah menderita kekalahan injury time dengan skor 1-2 saat  menghadapi rival utamanya, FC Porto.

Benfica Agresif
Kekalahan itu memicu Benfica tampil agresif di Amsterdam. Luisao dan kawan-kawan terus menggedor pertahanan Chelsea. Cardozo menyundul bola membentur mistar. Eduardo Salvio melancarkan tendangan yang diblok, Rodrigo dua kali gagal menyambar bola dalam kemelut di depan gawang, dan Nicolas Gaitan tidak tepat sasaran dalam menyelesaikan serang­an. Chelsea tidak sekadar bertahan. “Roman’s Army” setidaknya mempunyai dua peluang gol di babak pertama. Pada menit 27, Oscar melepas tendangan yang ditahan kiper Artur. Sekitar tujuh menit menjelang istirahat, Frank Lampard yang menyandang ban kapten, menggetarkan tiang gawang Benfica dengan tendangan jarak jauh.  
Di awal babak kedua, Cardozo menembus gawang Chelsea. Namun, wasit Bjorn Kuipers asal Belanda menga­nulir gol tersebut karena offside. Pada menit 59, Salvio  menguji kesigapan kiper Petr Cech dengan sundulannya. Tetapi hanya beberapa detik kemudian, bola bersarang di  gawang Benfica. Lemparan kuat Cech melontarkan bola jauh ke depan. Bola diterus­kan Juan Mata ke Torres.
Selanjutnya, Torres menggiring bola menembus pertahanan Benfica melewati Luisao dan Boruc, untuk  kemudian dengan leluasa mencetak gol. Keunggulan Chelsea hanya bertahan delapan menit. Cesar Azpilicueta tertangkap handball di kotak terlarang saat berusaha menahan sundulan Salvio. Cardozo mengeksekusi penalti untuk membukukan  gol ketujuhnya di Liga Europa musim ini. Babak tambahan membayang ketika ofisial keempat mengangkat papan yang memperlihatkan injury time hanya tiga menit. Pendeknya waktu dimanfaatkan dengan baik oleh Chelsea. Ivanovic  menun­taskan tendangan sudut Mata untuk menghasilkan gol kemenang­an.


Sumber : Shnews