• Search
  • Menu

23 Ribu Polisi Amankan Pilgub Jateng

Kabar Kebumen | Jumat, 24 Mei 2013 - 02:43 WIB | 1506 Views



SEMARANG (kabarkebumen.com) - Kapolda Jateng Irjen Pol Didiek Sutomo Triwidodo menyatakan 23.000 personil polisi jajarannya siap mengamankan Pemilukada Gubernur Jateng yang akan digelar Minggu.

"Kekuatan personil polisi sejumlah 23.000 akan diback up 7000 prajurit TNI jajaran Kodam IV Diponegoro. Keberadaan kami mengamankan situasi agar Pemilukada Gubernur Jateng dan Bupati Kudus serta Temanggung berjalan aman, tertib dan lancar", ungkapnya usai memimpin Gelar Pasukan Pengamanan pemilukada Jawa Tengah di lapangan Pancasila Semarang, Jumat (24/5) pagi.

Pasukan pengamanan menurut Kapolda Jateng akan digeser ke TPS-TPS menjelang dimulainya Pemilu. Petugas berperan tidak saja mengamankan TPS tetapi juga mengawal agar pelaksanaan Pemilu berjalan tertib dan lancar hingga pentahapan Pemilu selesai, 23 Agustus 2013 mendatang.

"Tugas kita melakukan pengamanan agar situasi kamtibmas yang kondusif tetap terjaga, pesan saya pahami tugas pokok di TPS tanpa harus mengganggu masyarakat dalam melakukan aktifitasnya sehari-hari. Selain itu tugas pengamanan pemilu jangan sampai membuat kita lemah terhadap ancaman teroris. Kita harus tetap waspada terhadap gangguan teror yang meresahkan masyarakat. Jalin terus komunikasi dengan masyarakat untuk melakukan pendeteksian dini terhadap ancaman tersebut", tambahnya.

Khusus untuk pengamanan Pemilu, Kapolda Jateng mengakui adanya perhatian khusus bagi pengamanan di dua tempat yang juga melangsungkan Pemilihan Kepala Daerah, yakni Kabupaten Kudus dan Temanggung.
"Ada penebalan pasukan di dua tempat tersebut. Hal ini atas pertimbangan di kedua wilayah tersebut ada dua agenda Pemilu, yakni Pilgub dan Pilkada Bupati", ungkap Didiek.

Adapun pelanggaran yang tercatat di Polda Jateng masih sebatas pelanggaran administratif, belum ada yang bersifat pidana. Meski demikian Kapolda tidak menjelaskan secara rinci yang dimaksud pelanggaran administratif tersebut.

Pengamanan Pilgub Jateng antara lain melibatkan unsur Sabhara Perintis Polri, Brimob, Intelkam & Reserse, Babinkamtibmas, Babinsa TNI AD, Yonif 400 Raider, Yon Arhanudse 15 Semarang, jajaran Kodim, TNI AL, Banser, Pramuka, Linmas dan Dinas Perhubungan.

Ketua Panwas Provinsi Jateng, Abhan mengungkapkan ada dua hal yang mendapat perhatian dalam mengawasi tindak pelanggaran Pilgub Jateng, yakni money politic dan black campaign. Selain itu juga bagaimana mengawasi dan mencegah mobilisasi birokrasi, penggunaan mobil dinas dan penggunaan fasilitas negara untuk mendukung pasangan calon.

"Kami telah melakukan upaya preventif dengan melayangkan surat ke SKPD dan dinas-dinas agar tidak terjadi mobilisasi birokrasi dan peminjaman atau penggunaan inventaris atau fasilitas negara untuk kegiatan politik. Harapannya mereka agar benar-benar bisa menjalankan peraturan yang berlaku", ungkap Abhan.

Sementara pelanggaran Pemilu yang ditangani Panwas Provinsi Jateng menurut Abhan masih sebatas pelanggaran administratif. Namun diakuinya, Kamis (23/5) malam pihaknya menerima laporan adanya dugaan money politic di Kabupaten Sukoharjo. "Kita masih mendalami kasusnya itu. Apakah benar ada unsur money politicnya", ungkap Abhan. (KRJogja.com)