• Search
  • Menu

Rakyat Bersyukur KPK dapat Hasil Sadapan Australia

sm | Selasa, 27 November 2013 - 08:45 WIB | 1650 Views



"KPK, engkau tak sendiri..."

Rakyat mengucapkan terima kasih kepada siapa saja yang membantu mengungkap korupsi, termasuk Australia. Pemerintahan SBY boleh tak senang, tetapi rakyat bersyukur.



JAKARTA, baranews.co – Rakyat Indonesia bersyukur kepada siapa saja yang membantu mengungkap korupsi. Maka jika Australia, melalui jaringan LSM menyerahkan hasil sadapan kepada KPK, rakyat bersyukur.


                “Siapa saja yang membantu mengungkap korupsi, kita harus berterima kasih. Hanya dengan diungkap, terbuka kemungkinan untuk ditindak,” kata Syafti Hidayat, Ketua Forum Masyarakat Anti Korupsi Nusantara (Formantara) kepada baranews.co di Jakarta Selasa (26/11) malam.


                Syafti mengatakan, dengan membantu mengungkap korupsi, artinya membantu Bangsa Indonesia meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jika pemerintah tidak senang atas penyadapan, maka rakyat mayoritas berterima kasih kepada Australia.


                “Pemerintahan SBY tinggal menghitung hari. Maka Australia jangan melihat sikap pemerintah, tetapi lihatlah sikap rakyat mayoritas. Percayalah, rakyat memberi penghargaan, meskipun hanya dalam hati,” ujar Syafti.


                Lagi pula, menurut Syafti, rakyat sangat kecewa kepada SBY, karena banyak kader Partai Demokrat yang menjadi koruptor. Iklan Demokrat menyatakan “tidak” pada korupsi, tetapi ternyata banyak bintang/pemeran iklan tersebut justru terkena kasus di KPK.


                “Saya menantang semua DPR dari Demokrat untuk membuktikan asal-usul kekayaan. Apakah warisan, apakah hasil usaha. Jangan main-main sama KPK, kalau bilang warisan atau hasil usaha, bisa ditelusuri KPK dan PPATK.


 


Diserahkan ke JPK


                Seperti diketahui, hasil penyadapan tingkat tinggi yang dilakukan badan intelejen Australia terhadap Presiden SBY dan keluarga serta sejumlah pejabat negara dan elit partai, diduga memiliki hubungan kuat dengan terbongkarnya kasus-kasus megakorupsi yang meyerempet kroni dan keluarga SBY seperti Bank Century dan BP Migas.


Demikian disampaikan Doug Robert, diplomat Australia pekan lalu dalam acara diplomatic club dinner party, sebagaimana diungkap Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu, Arief Poyuono.


Dari obrolan para diplomat pada acara teersebut, hasil hasil penyadapan Australia,  oleh sejumlah LSM di indonesia, banyak yang dikirimkan ke KPK.


“Dalam beberapa minggu ke depan, hasil penyadapan terhadap SBY dan sejumlah pejabat negara yang dilakukan oleh intelejen asing akan dibuka di publik. Kabarnya, data percakapan tersebut berkaitan dengan kontrak karya migas keluarga dan kroni SBY.


“Hasil sadapan, antara lain percakapan Muhamad Reza, yang dekat dengan keluarga Cikeas, terkait penguasaan  impor BBM komsumsi dalam negeri," demikian Doug Robert seperti dituturkan Arief Poyuono. (sm/aktual)