• Search
  • Menu

Catatan Perjalanan Jokowi ke Balige, Idola Soekarno

Partoba Pangaribuan | Rabu, 27 November 2013 - 01:08 WIB | 6124 Views



Murid SMU bertanya, siapa idola Jokowi? "Kami mengidolakan Pak Jokowi. Lalu idola Pak Jokowi, siapa?"



LAGUBOTI – Sabtu (23/11) Pukkul 09.45, Ratusan warga menyerbu Jokowi di simpang empat Pasar Laguboti, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Tobasa. Gubernur DKI Jakarta ini sedang melintas dari Bandara Silangit menuju Kampus Intitut Teknologi Del (IT Del), yang berada di Desa Sitoluama.


Akibat tertahan angkot yang sedang mangkal di tepi jalan, Jokowi membuka kaca mobil kijang innova hitam yang membawanya, bermaksud melambaikan tangan ke arah warga yang sedang berada di tepi jalan yang sedang menonton iringan rombongan Jokowi yang dikawal Patwal Polres Tobasa.


Menyadari sosok Jokowi yang melambai, warga langsung menyerbu mobil tersebut dan memaksa Jokowi untuk turun dari mobil. Sementara kendaraan Patwal Polres Tobasa telah lewat hampir 100 meter. Bahkan beberapa mobil rombongan seperti mobil Pemkab Humbang Hasundutan dan Pemkab Samosir sudah sampai di lokasi.


Dengan kebiasaanya ‘menabrak’ protokoler, Jokowi dengan senyum dan keramahan khasnya menyempatkan diri turun ke jalan untuk memberi salam hangat kepada masyarakat Laguboti yang antusias menantinya sejak pukkul 9.00 pagi.


Warga berebut menyalami, memeluk bahkan mencium sang tokoh yang sedang populer di negeri ini. Bahkan ada seorang ibu-ibu separuh baya berteriak: “Amang Jokowi, hatop ma gabe presiden poang! nunga mansai lungun roha nami mamereng pamimpin na tigor songon ho” (Pak Jokowi, segeralah jadi Presiden, kami merindukan pemimpin bersih dan jujur sepertimu).


Kemudian adalagi celetukan lantang khas logat Batak. “Ompung! Dang holan Par Jakarta nampunasa ho da? hamipe pe berhak do.” (Mbah Jokowi, Bukan cuma warga Jakarta loh yang memilikimu, Kamipun berhak memilikimu). Jokowi hanya tersenyum lebar menyambut euforia warga yang terhibur dan terharu atas kedatangan tokoh impian tersebut.


Sejumlah warga dan tukang becak serta pedangang pinggir jalan menyempatkan diri berfoto-foto bersama Jokowi. Tanpa menghiraukan imbauan petugas Patwal yang kembali meminta Jokowi untuk naik ke mobil rombongan, Jokowi bersama warga memanfaatkan waktu 15 menit untuk beramah tamah di tepi jalan.


Kemudian rombongan bertolak menuju desa Sitoluama yang berjarak 3 km dari kota Laguboti. Tiba di Simpang Arjuna, rombongan Jokowi bersama Luhut Panjaitan serta Trimedia Panjaitan terlebih dahulu mengunjungi SMA Unggulan Del yang berbeda lokasi dengan kampus Del.


 Sampai di lokasi, Jokowi langsung diajak mengunjungi fasilitas sekolah unggulan tersebut yang memang berstandart internasional. Setelah itu Jokowi disambut siswa-siswi yang sudah bebaris di lapangan dan menyambut Jokowi dengan menyanyikan lagu daerah Batak Toba secara paduan suara dan penuh semangat.


Pada kesempatan tersebut, Jokowi memberi ceramah dengan toa di tengah terik matahari yang panas. Namun para siswa dan guru serta beberapa warga yang hadir di lokasi tersebut mendengarkan dengan fokus motivasi yang diberikan Jokowi.


Menurut Jokowi Sekolah SMA Unggulan Del ini luar biasa fasilitasnya. “Hebat, di desa seperti ini ada sekolah yang bagus sekali fasilitasnya, di Jakarta saja ndak ada sekolah seperti ini. Mestinya siswa harus lebih giat lagi belajar karena didukung fasilitas yang luar biasa begini,” terangnya kepada seluruh siswa.


Kemudian Jokowi bersama rombongan bergerak menuju kampus Del setelah sebelumnya memantau pekerjaan pembangunan fasilitas asrama yang sedang dikerjakan oleh kontraktor.


Sesampainya di kampus Del yang hanya berjarak 300 meter dari lokasi sekolah, Jokowi langsung mengunjungi beberapa fasilitas yang berada di kampus tersebut. Lalu Jokowi berjalan menuju tepi Danau Toba yang berada di belakang lokasi kampus.


Jokowi terkagum melihat pemandangan indah ke arah danau. “Bagus sekali yah, wah…wah luar biasa” ungkap Jokowi sambil menggelengkan kepala.


Ada kejadian lucu saat Jokowi diminta untuk memberikan ceramah, setelah sebelumnya Rektor IT Del memberikan kata sambutan pembuka acara tersebut. Jokowi beranjak dari kursinya dan mengambil mik yang berada di depan kelompok paduan suara yang berada di sisi kanan panggung. Lalu membawanya ke tengah panggung sambil menarik-narik kabelnya dan menggunakannya untuk memaparkan materi pembicaraannya tidak jauh dari para audiens.


Jokowi tidak menggunakan podium kehormatan yang sudah disediakan panitia. Sontak tindakapan spontan Jokowi itu mengundang gelak tawa hingga memecah kekakuan suasanan ruang gedung pertemuan.


Tingkah spontan Jokowi ini memang kerap terjadi. Beliau tidak pernah suka hal-hal formal. “Biar lebih deket”, kata Jokowi memulai ceramahnya. Lalu Jokowi menyampaikan pengalamannya sejak menjadi tukang kayu hingga ‘kecelakaan’ menjadi Walikota Solo, dan kembali mengalami ‘kecelakaan’ menjadi Gubernur DKI.


Tanpa teks, bak Soekarno berpidato, Jokowi berbicara sambil sesekali melucu seperti seorang stand up commadian.


Setelah kurang lebih 45 menit berceramah, sesi tanya jawab dibuka moderator. Puluhan siswa berebut mangacungkan tangan untuk bertanya.  Seluruh pertanyaan-pertanyaan sederhana dan cerdas dari para siswa dijawab Jokowi dengan sederhana dibumbui tawa. Namun ada satu pertanyaan dari salah satu siswi sekolah yang cukup menarik perhatian para hadirin.


“Kami semua di sini meng-idolakan bapak, lalu siapa yang bapak idolakan?” tanya seorang siswi. Jokowi terdiam sejenak, suasana gedung hening menunggu jawaban Jokowi. Kemudian Jokowi menjawab dengan aksen yang pelan dan tenang:


“Saya meng-idolakan Bung Karno. Beliau seorang pemimpin yang berani memimpin bangsa besar.” Tepuk tangan yang cukup keras menyambut jawaban Jokowi yang terkesan patriotis.


Usai diskusi yang cukup padat dan bermanfaat, Jokowi memenuhi permintaan para siswa dan mahasiswa untuk bernyanyi, manortor dan foto bersama-sama.


Setelah acara ditutup, Jokowi diserbu warga dan wartawan di luar gedung. Wartawan mengajukan pertanyaan kepada Jokowi tentang harapan kebanyakan masyarakat Indonesia, khususnya Tobasa yang meminta beliau menjadi Presiden RI. 


Jokowi hanya menjawab “Tidak mikir…tidak mikir,…tidak mikir! Kalau mau tanya tentang Jakarta, silahkan!”


Setelah menyelesaikan perhelatannya di kampus IT DEL, rombongan Jokowi bertolak ke Balige menuju Kantor DPC PDIP Tobasa. Sepanjang jalan Jokowi membuka kaca mobil dan sesekali melambaikan tangan ke arah warga yang menyapanya di sepanjang jalan.


Sesampainya di Balige, jalan macet persis di depan onan (pasar tradisional). Rombongan kembali terhambat oleh keramaian warga.  


Jokowi memutuskan turun dari kendaraan dan berjalan kaki menuju kantor DPC PDIP yang berjarak kurang lebih 100 meter dari lokasi kemacetan sambil sesekali menyalami warga Balige.


 Warga pun dengan antusias menyambut Jokowi. Bahkan inang-inang (ibu-ibu) dan ompung-ompung (nenek-nenek) berebutan memeluk Jokowi.


Di kantor DPC PDI Perjuangan, para pengurus sudah menyiaapkan acara singkat mangulosi (memberikan ulos pertanda kasih sayang dan doa) kepada Jokowi agar kelak menjadi pemimpin bangsa ini.


Usai mangulosi, Jokowi kembali di serbu warga. Salah satu dari warga berteriak dari keramaian. “Ompung Jokowi, ingkon gabe presiden do ho, molo dang, dang mamillit hami.” (Mbah Jokowi, kamu harus jadi capres, kalau tidak, kami tidak akan memilih sama sekali.”


Usai bercengkrama dengan warga Tobasa, Jokowi dan rombongan bertolak ke Bandara Silangit pada pukkul 13.30  untuk kembali ke Jakarta. Pesawat yang membawa rombongan Jokowi, Luhut  Panjaitan dan Trimedia Panjaitan take off pukul 14.05 dari Silangit. (Partoba Pangaribuan)