• Search
  • Menu

KPK Dalami Keterlibatan Istana dalam Suap SKK Migas

sm | Selasa, 03 Desember 2013 - 07:38 WIB | 1427 Views



Anak SBY diduga dekat dengan perusahaan importir migas. KPK dalami keterlibatan Istana.



 JAKARTA, baranews.co — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik tergagap-gagap saat dicecar pers soal asal uang 200.000 dollar AS (Rp 2,4 miliar). Uang itu ditemukan KPK saat menggeledah ruangan Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Waryono Karno.


                Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat ini juga kebingungan menjawab ketika ditanya uang 200.000 dollar AS itu uang apa. ”Saya ee, saya ee, saya tidak tahu. Tanya Pak Sekjen,” kata Jero seusai diperiksa oleh KPK, Senin (2/12).


                KPK memeriksa Jero sebagai saksi untuk kasus dugaan korupsi terkait kegiatan di Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dengan tersangka Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini dan pelatih golf pribadinya, Deviardi.


                Pemeriksaan Jero oleh KPK itu berlangsung selama 7,5 jam. Menurut Jero, penyidik KPK mengajukan 41 pertanyaan.


                ”Saudara-saudara, saya baru saja selesai menyampaikan keterangan kepada penyidik KPK untuk kasus Pak Rudi Rubiandini dan juga Pak Deviardi. Dua itu yang dipertanyakan kepada saya. Ada 41 item pertanyaan, termasuk data pribadi dan riwayat hidup,” kata Jero.


                Menurut dia, penyidik KPK tidak bertanya seputar uang 200.000 dollar AS yang ditemukan di ruangan Sekjen Kementerian ESDM. Soal uang tersebut, KPK sudah memeriksa Waryono.


                Jero juga meralat pernyataan dia sebelumnya bahwa uang tersebut kemungkinan dana operasional kementerian.


                Namun, saat dicecar, apakah dirinya sempat menanyakan asal-usul uang itu kepada Waryono yang merupakan bawahan langsung, Jero kembali mengelak. ”Itu sudah diserahkan kepada KPK, silakan tanya kepada KPK,” katanya.


                Jero juga ditanya wartawan soal nomor seri uang dollar AS yang ditemukan di ruangan Waryono sama dengan nomor seri uang yang ditemukan KPK saat menangkap Rudi. Namun, dia menjawab, KPK telah memeriksa Sekjen Kementerian ESDM. ”Kalau itu, Pak Sekjen sudah diperiksa. Serahkan kepada KPK,” katanya.


 


Diduga uang haram


                Juru Bicara KPK Johan Budi SP mengungkapkan, bisa jadi uang sebanyak 200.000 dollar AS yang ditemukan di ruangan Waryono adalah uang hasil korupsi. ”Bisa jadi itu uang haram,” ujarnya.


                KPK pun memastikan uang tersebut bukan dana operasional kementerian. ”Kalau uang operasional pasti dalam bentuk rupiah. Ini uang dalam bentuk dollar AS,” katanya.


                Sebelumnya, saat menangkap Rudi, KPK menemukan uang 400.000 dollar AS di rumah Rudi. Ia ditangkap setelah diduga menerima suap dari Komisaris PT Kernel Oil Pte Ltd Indonesia Simon Gunawan Tanjaya melalui Deviardi.


                Dalam penggeledahan berikutnya di rumah Rudi, KPK kembali menemukan uang 90.000 dollar AS dan 127.000 dollar Singapura. Kemudian dalam brankas di ruang kerja Rudi di Kantor SKK Migas, KPK menemukan 60.000 dollar Singapura, 2.000 dollar AS, dan emas seberat 180 gram.


                Belakangan diketahui, ternyata ada keterkaitan antara penemuan uang di ruang kerja Waryono dan uang di rumah Rudi. Nomor seri uang dollar AS di rumah Rudi berurutan dengan nomor seri uang 200.000 dollar AS di ruang kerja Waryono.


                Waryono juga hendak mengelabui penyidik KPK soal uang 200.000 dollar AS ketika ruangannya digeledah. Saat hendak mengantar penyidik menuju tempat kerjanya, Waryono bersama seorang anggota stafnya masuk ke ruangan terlebih dahulu.


Tak lama, Waryono langsung keluar sambil menenteng tas. Penyidik yang curiga langsung menanyakan hal itu. Waryono pun mengatakan bahwa itu tas kerjanya.


Namun, ketika isi tas dibuka, tampak uang dollar AS dalam pecahan seratus dollar AS. Setelah dihitung, jumlahnya mencapai 200.000 dollar AS. Curiga dengan asal-usul uang itu, penyidik KPK pun langsung menyitanya.


                Seusai diperiksa, kemarin, Waryono pun tak mau keluar lobi Gedung KPK. Ia menunggu atasannya, Jero Wacik, selesai diperiksa. Waryono juga mengaku pemeriksaannya kali ini sudah bukan lagi soal temuan uang 200.000 dollar AS.


                ”Ya biasalah, tambahan saja. Tidak, tidak itu (ditanya soal uang 200.000 dollar AS). Itu sudah dijelasin,” katanya.


 


Keterlibatan DPR


                Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR, Ketua KPK Abraham Samad juga menjanjikan akan mendalami keterlibatan anggota Komisi VII DPR. Menurutnya, keterangan demi keterangan dan informasi akan diperdalam berikut dicari bukti-buktinya.


                ”Keterangan Rudi (Rudi Rubiandini) itu berdiri sendiri. Karena itu harus dikonfirmasi kepada pihak lain agar juga ada buktinya,” kata Samad.


                Terkait dengan pertanyaan soal dugaan hubungan dekat antara Kernel Oil dengan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), yang merupakan keluarga Cikeas, dan Dipo Alam, Samad menjanjikan tak membeda-bedakan orang.


                ”Kalau dianggap penting, KPK akan meminta keterangan. Tidak akan dibeda-bedakan,” katanya.


                Secara terpisah, Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendukung langkah KPK yang memeriksa Menteri ESDM Jero Wacik. Ia mengingatkan agar proses hukum berjalan dengan tidak dibarengi persepsi tertentu tanpa dasar.


                ”Presiden mengetahui pemanggilan Pak Jero oleh KPK untuk dimintai keterangan. Beliau tentu mendukungnya,” kata Julian, di Istana Cipanas, Cianjur, Jawa Barat.


                Menurut Julian Aldrin Pasha, sebagaimana selama ini menjadi arahan Presiden, semua pejabat, tanpa kecuali, harus mau memberikan keterangan guna membantu lembaga penegak hukum, mulai dari Polri, kejaksaan, hingga KPK.


                ”Kami mengedepankan hukum sebagai panglima. Benar-benar fakta dan kebenaran yang menjadi dasar,” tuturnya.


                Sementara itu, Ketua Komisi VII DPR Sutan Bhatoegana, yang juga dari Partai Demokrat, kembali menegaskan tidak menerima uang ”THR” dari Kernel Oil.


                ”Tidak menerima, apalagi mengoordinasikan. Kalau dikoordinasikan, semua orang pasti tahu,” katanya. (sm/kompas)