• Search
  • Menu

Sukmadji Indro Tjahjono: Tangkap SBY-Budiono, Rekayasa CAR Century

Utje Gustaaf Paty | Rabu, 04 Desember 2013 - 01:01 WIB | 1409 Views



Bagi Aktivis 77-78, tiada kata lain, KPK harus segera menangkap Presiden SBY dan Wapres Budiono, karena keduanya terlibat dalam pembobolan Bank Century Rp 6,7 triliun.



JAKARTA , baranews.co -  Tidak ada keraguan sedikit pun bagi kami, dan orang-orang yang berpikir, bail out Bank Century pada 2008 adalah rekayasa politik pembobolan uang negara Rp 6,7 triliun. Maka alasan “berdampak sistemik” sesungguhnya merupakan kebohongan yang nyata dan terkutuk.


                Demikian pernyataan Koordinator Aktivis 77/78 di KPK, Sumadji Indro Tjahjono kepada baranews.co Rabu (4/12). Indro, dedengkot perjuangan mahasiswa di Bandung 1978, sebagai Ketua Caretaker Dewan Mahasiswa ITB, setelah Heri Achmadi ditangkap.


                 “Tidak ada keraguan, seluruh rakyat Indonesia yang berpikir, otak perekayasa bail out Bank Century adalah Susilo Bambang Yudhoyono, yang menggunakan kekuasaannya sebagai Presiden RI, menerbitkan Perppu No 4 Tahun 2008,” kata Indro, yang ketika diadili rejim Soeharto, menulis pledoi berjudul Indonesia di bawah Sepatu Lars.


                Sedangkan Boediono, tutur Indro, menyelewengkan kewenangannya sebagai Gubernur Bank Indonesia untuk mengubah persyaratan CAR (Capital Adequacy Ratio) Bank Century hingga ke titik paling tidak masuk akal, hanya demi gelontoran uang rakyat hingga Rp 6,7 triliun.


                 “Kami Gerakan Aktivis 77/78 minta agar KPK segera menangkap dan menetapkan Wapres RI Boediono sebagai tersangka. Sehingga penegakan hukum melangkah ke Sdr Susilo Bambang Yudhoyono, sebagai orang paling bertanggung jawab atas pembobolan uang rakyat Rp 6,7 triliun itu,” katanya.


                Langkah KPK yang bertele-tele dalam menangani skandal rekayasa bail out Bank Century, menurut hemat kami, hanya menimbulkan kegaduhan politik dan menghabiskan energi rakyat Indonesia yang sedang dirundung derita panjang di hampir semua bidang kehidupan.


                Kami rakyat Indonesia sudah bosan dan muak menyaksikan para petinggi negeri ini, memamerkan keculasan dan kebohongannya tanpa rasa malu sedikitpun untuk melepaskan tanggungjawabnya atas skandal mega korupsi Bank Century. (sm)