• Search
  • Menu

Jero Wacik Kecewa Disebut Gagap Saat Ditanyai Soal US$ 200.000

sm | Kamis, 05 Desember 2013 - 15:39 WIB | 980 Views



Selain itu Jero juga menyayangkan namanya "diplesetkan" menjadi jeroan.


Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik menyayangkan pemberitaan di sejumlah media yang menyebutnya gagap usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi dugaan korupsi di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


Selain itu Jero juga menyayangkan namanya "diplesetkan" menjadi jeroan.


"Enggak boleh begitu. Media besar, koran besar, harus punya etika. Jero di Bali itu sakral. Dinobatkan jadi Jero Wacik di Pura. Itu pemberian nama Tuhan kepada saya, masa jadi jeroan," kata Jero ditemui sebelum acara rapat dengar pendapat Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dengan Kementerian ESDM, di Jakarta, Kamis (05/12).


Jero enggan melayangkan somasi ke media yang dianggap melecehkannya itu. Menurutnya memberi pernyataan langsung kepada wartawan lebih baik. "Somasi capek. Media tolong jaga budaya. Saya enggak gagap kan sekarang," ujarnya.


Beberapa media memang ada yang menyebut Jero terlihat gagap saat ditanya wartawan soal asal-usul uang dolar itu. Jero terlihat gelagapan dan terbata-bata menjawabnya.


"Saya ee... saya eee.. saya tidak tahu, tanya Pak Sekjen," ujarnya. "Ya ee.. karena itu sudah diperiksa KPK, serahkan ke KPK," sambungnya.


Pada saat yang sama Jero juga mengklarifikasi bahwa uang itu bukanlah uang operasional. Padahal sebelumnya, Jero mengaku bahwa uang yang ditemukan adalah uang operasional di Kementerian yang dipimpinnya.


KPK memeriksa Jero pada 2 Desember kemarin. Dia diperiksa dalam kasus dugaan korupsi dengan tersangka Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) non aktif Rudi Rubiandini.


Dikatakannya, penyidik KPK santun dalam melontarkan pertanyaan. Dia menegaskan dalam pemeriksaan itu tidak ada pertanyaan soal uang US$ 200.000 yang ditemukan di ruang Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM.


"Uang US$ 200.000 di Sekjen tidak ditanya ke saya. Saya tidak tahu uang untuk siapa," katanya.


Sebelumnya, KPK telah memastikan bahwa uang 200.000 dolar AS yang ditemukan di meja Sekjen Kementerian ESDM adalah uang suap. "Ya itu bisa uang apa saja, bisa jadi uang haram," kata juru bicara KPK Johan Budi SP. (sm/b1)