• Search
  • Menu

Nelson Mandela, inspiratif

| Jumat, 06 Desember 2013 - 08:18 WIB | 1070 Views



Mari kita tengok kehidupan Nelson Mandela, pemenang Hadiah Nobel Perdamaian dan mantan Presiden Afrika Selatan.


JOHANNESBURG, baranews.co - Di usianya yang senja, Nelson Mandela harus bertarung dengan penyakit komplikasi. Ia dipaksa keluar masuk rumah sakit dalam waktu yang sangat berdekatan.

Mari kita tengok kehidupan Nelson Mandela, pemenang Hadiah Nobel Perdamaian dan mantan presiden Afrika Selatan.

Data Pribadi:

Tanggal lahir: 18 Juli 1918

Tempat lahir: Mvezo, Transkei, Afrika Selatan.

Nama lahir: Rolihlahla Mandela Dalibhunga

Ayah: Gadla Henry Mphakanyiswa, seorang konselor kerajaan dari suku Thembu

Ibu: Nosekeni Fanny Mandela

Pernikahan: Graca (Machel) Mandela (18 Juli 1998 - sekarang); "Winnie" (Madikizela) Mandela (1958-1996, bercerai) Evelyn (Ntoko) Mandela (1944-1958, bercerai).

Anak-anak: dengan Winnie Mandela: Zindzi, 1960 dan Zenani, 1959; dengan Evelyn Mandela: Makaziwe, 1953, Makgatho, 1950 - 6 Januari 2005, Makaziwe, 1947-1948, Thembekile, 1946-1969

Pendidikan: Sarjana Hukum, Universitas Afrika Selatan, 1942

Fakta lain:
Dia diberi nama Nelson oleh guru sekolah. Ia juga kadang-kadang disebut Madiba, sebuah nama dari marga tradisionalnya.

Di dunia internasional, ia disebut sebagai tahanan politik paling terkenal dan Harapan Besar dari Afrika Selatan "South Africa's Great Black Hope"

Timeline:

1941-1943: Mandela bertemu Walter Sisulu yang membantu dia mendapatkan pekerjaan di biro hukum Witkin, Sidelsky, dan Eidelman.

1944: Bergabung dengan Kongres Nasional Afrika dan membantu mendirikan Liga Pemuda ANC (Youth League ANC).

1951: Menjadi presiden Youth League ANC.

1952: Membuka kemitraan hukum kulit hitam pertama di Afrika Selatan dengan temannya Oliver Tambo.

1952: Popularitas Mandela melejit di Defiance Campaign ANC sebuah program perlawanan tanpa kekerasan massa dan ketidak adilan.

Juli 1952: Mandela dituding melanggar Undang-Undang Pemberantasan Komunisme.

5 Desember 1956: Mandela merupakan salah satu dari 156 pemimpin perlawanan ditangkap dan didakwa dengan pengkhianatan tingkat tinggi.

21 Maret 1960: Di Sharpeville, polisi bentrok dengan aktivis penentang hukum apartheid, pertentangan yang diperjuangkan Mandela. Hasilnya, 69 orang tewas.

April 8, 1960: Keberadaan ANC dibekukan oleh pemerintah, peris 9 hari setelah Mandela ditangkap. Afrika Selatan menetapkan keadaan darurat setelah peristiwa di Sharpeville.

29 Maret 1961: Mandela dan semua terdakwa ditetapkan tidak bersalah atas tuduhan pengkhianatan.

Juni 1961: Mandela mulai mengorganisir perjuangan bersenjata melawan kelompok apartheid Umkhonto we Sizwe (Tombak Bangsa). Ia melakukan perjalanan di Afrika dan Eropa untuk mempelajari perang gerilya.

5 Agustus 1962: Ditangkap atas tuduhan menghasut pekerja melakukan aksi mogok dan meninggalkan negara tanpa dokumen perjalanan yang sah. Sebagai sarjana hukum, Mandela mewakili dirinya sendiri di pengadilan.

November 7, 1962: Dijatuhi hukuman penjara dan menjalani lima tahun kerja paksa.

12 Juni 1964: Dijatuhi hukuman penjara seumur hidup atas empat tuduhan sabotase. Teman seperjuangan yang divonis dan dihukum adalah Walter Sisulu, Ahmed Kathrada, Govan Mbeki, Denis Goldberg dan lain-lain.

1980: The Johannesburg Sunday Post mengarahkan sebuah kampanye untuk membebaskan Mandela. Sebuah petisi yang menuntut pembebasan tahanan ANC dicetak di koran.

1982: Ia dipindahkan ke Penjara Pollsmoor Maximum Security setelah 18 tahun di Pulau Robben.

1988: Dipindahkan ke Penjara Victor Verster.

5 Juli 1989: Bertemu dengan Presiden P.W. Botha.

15 Agustus 1989: Botha mengundurkan diri sebagai presiden Afrika Selatan dan ketua Partai Nasional. FW de Klerk menggantikan dia dan mulai membongkar politik apartheid.

13 Desember 1989: Mandela dan de Klerk bertemu untuk pertama kalinya.

11 Februari 1990: Mandela dibebaskan dari penjara setelah lebih dari 27 tahun.

1990: Melakukan tur sekaligus lobi dunia dengan mengunjungi Margaret Thatcher, Kongres AS, dan Presiden AS George HW Bush.

Juli 1991: Mandela terpilih sebagai presiden ANC.

1993: Mandela dan de Klerk berbagi Hadiah Nobel Perdamaian.

April 29, 1994: Terpilih sebagai presiden kulit hitam pertama Republik Afrika Selatan dalam pemilu terbuka dan perdana dalam sejarah negara itu.

10 Mei 1994: Mandela resmi disumpah menjadi Presiden.

Juni 1999: Masa jabatan kepresidenan berakhir.

1999: Mendirikan Yayasan Nelson Mandela.

19 Januari 2000: Menemui Dewan Keamanan PBB, meminta bantuan untuk mengakhiri perang saudara yang brutal antara etnis Hutu dan Tutsi di Burundi.

25 Juli 2001: Mengumumkan bahwa ia menderita kanker prostat dan menjalani perawatan.

31 Januari 2003: Mandela mengkritik sikap Presiden Bush terhadap Irak, penilaiannya adalah bahwa Bush tidak memiliki pandangan ke depan dan tidak bisa berpikir dengan benar.

November 29, 2003: Diadakan acara kesadaran AIDS, konser 46664 (nomor penjara Mandela) di Stadion Green Point di Cape Town. Acara ini berhasil menarik 30.000 lebih partisipan. Pertunjukan diramaikan oleh Beyonce, Peter Gabriel, Bono, Bob Geldof dan pidato oleh Mandela dan Geldof.

1 Desember 2003: Mandela berpartisipasi dalam penandatanganan Persetujuan Jenewa untuk perdamaian di Timur Tengah.

7 Januari 2005: Mengumumkan bahwa anaknya, Makgatho, meninggal karena AIDS. Saat itu juga Mandela menyatakan "perang" melawan AIDS.

21 Maret 2005: Menjadi host "Konser 46664" di George, Afrika Selatan, untuk mengkampanyekan kesadaran AIDS.

29 Agustus 2007: Sebuah patung perunggu Mandela diperkenalkan di Parliament Square London.

27 Juni 2008: Sebuah konser digelar di London oleh Hyde Park untuk menghormati ulang tahun ke-90 Mandela (pada 18 Juli). Seluruh tiket hasil konser tersebut disumbangkan ke sebuah yayasan amal yang fokus pada pemberantasan AIDS. Diperkirakan, sekitar 40.000 tiket terjual dalam acara ini.

18 Juli 2009: Nelson Mandela Foundation menciptakan "Mandela Day" yang akan diadakan setiap tahun pada hari ulang tahunnya. Tujuan diperingatinya hari ini adalah untuk memberikan kesadaran kepada pelayanan masyarakat.

November 11, 2009: PBB menyatakan 18 Juli adalah Nelson Mandela International Day.

11 Desember 2009: Sebuah film, Invictus dibintangi Morgan Freeman sebagai Mandela tayang di Afrika Selatan, Kanada dan Amerika Serikat.

11 Februari 2010: Peringatan 20 tahun pembebasan Mandela dari penjara.

11 Juni 2010: Mandela membuat penampilan pertama Piala Dunia sebelum kickoff pertandingan final.

26-28 Januari 2011: Dilarikan ke rumah sakit di Johannesburg dan dirawat karena infeksi saluran pernapasan akut.

21 Juni 2011: Bertemu dengan Ibu Negara AS Michelle Obama di rumahnya di Afrika Selatan.

25-26 Februari, 2012: Kembali jatuh sakit dan keluar masuk rumah sakit Johannesburg. Ia menjalani operasi perut karena hernia.

Maret 2012: The Nelson Mandela Digital Archive Project diluncurkan. Google memberikan hibah US$ 1.250.000 untuk membantu melestarikan dan mendigitalkan ribuan arsip dokumen termasuk barang-barang yang pernah disumbangkan oleh Mandela sendiri.

8 Desember 2012: Kembali dirawat di rumah sakit karena menderita infeksi paru-paru.

15 Desember 2012: Menjalani operasi endoskopi dan batu empedu berhasil diangkat.

6 Januari 2013: Seorang juru bicara mengatakan Mandela telah pulih dari operasi dan infeksi paru-paru dan perlahan-lahan kembali ke rutinitas normal.

27 Maret 2013: Kembali masuk rumah sakit karena infeksi paru-paru kambuh.

April 6, 2013: Mandela keluar dari rumah sakit.

April 29, 2013: The Afrika Selatan Broadcasting Corporation (SABC) merilis video yang menggambarkan Mandela saat duduk di rumah dikelilingi oleh Presiden Afrika Selatan, Zuma dan pejabat pemerintah lainnya. SABC dan Kongres Nasional Afrika, dikritik karena dianggap melakukan eksploitasi politik pada Mandela.

8 Juni 2013: Mandela dirawat di rumah sakit dengan infeksi paru-paru berulang. Mantan presiden itu dinyatakan dalam kondisi serius tapi stabil dan bernapas sendiri.

23 Juni 2013: Para pejabat Afrika Selatan mengatakan kondisi Mandela memburuk dalam 24 jam terakhir, dan dia sekarang dalam kondisi kritis.

25 Juni 2013: Uskup Agung Gereja Anglikan Cape Town, Afrika Selatan, Thabo Makgoba mendoakan Mandela yang tengah dalam kondisi kritis di rumah sakit.

Uskup Agung Thabo Makgoba mendoakan agar Mandela dibebaskan dari segala penderitaan dan diberi akhir kehidupan yang damai dan sempurna.

1 September: Mantan Presiden Amerika Serikat George Herbert Walker Bush meminta maaf kepada dunia atas kekeliruannya mengumumkan kematian Nelson Mandela, mantan Presiden Afrika Selatan.

Pada Minggu pagi (1/9), mantan Presiden AS ke-41 yang berkuasa pada tahun 1989 hingga 1993 itu, mengirimkan ucapan bela sungkawa di situs media sosial.

Melalui juru bicaranya, Jim McGrath, Bush membuat pernyataan dengan judul: "Pernyataan George HW Bush atas kematian Nelson Mandela".

Pernyataan pria yang kini berusia 89 tahun itu, langsung ditayangkan oleh kantor berita AS, CNN.

Di situs jejaring sosial, ayah kandung dari mantan Presiden AS ke 43, George Walker Bush Junior itu, menulis sebuah pernyataan:

"Barbara Bush dan saya berduka atas meninggalnya salah satu orang yang bisa dipercaya untuk kebebasan kita memiliki hak istimewa. Sebagai Presiden, saya melihat dengan heran saat Nelson Mandela memiliki kemampuan yang luar biasa untuk memaafkan sipir penjara setelah 26 tahun dipenjara karena dinyatakan bersalah. Memberikan contoh kuat penebusan dan rahmat bagi kita semua. Dia adalah seorang pria dengan keberanian moral yang luar biasa, yang mengubah perjalanan sejarah di negaranya. Barbara dan saya sangat menghormati Presiden Mandela, dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan bangsanya."

2 September 2013: Kantor kepresidenan Afrika Selatan dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa Mandela kritis tapi stabil. Namun sesekali, kondisinya menjadi tidak stabil sehingga harus dilakukan intervensi medis.

18 November 2013: Mantan Presiden Afrika Selatan, Nelson Mandela, masih dalam kondisi sakit dan tak mampu berbicara. Hal itu diungkapkan oleh mantan istri Mandela, Winnie Madikizela-Mandela kepada Sunday Independent.

5 Desember 2013: Setelah lama berjuang melawan sakitnya, Nelson Mandela yang merupakan pejuang kemerdekaan di Afrika Selatan wafat. Saat ini dia berusia 95 tahun.

Dalam siaran resminya, Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma, Mandela menginggal dunia pada pukul 20.50 waktu setempat di Houghton, Johannesburg. Pada September, dia sempat dilarikan ke rumah sakit di mana dia sudah dirawat sejak Juni lalu dari infeksi paru-paru. (sm)



Sumber: CNBC