• Search
  • Menu

Partai Demokrat Merasa Disudutkan Pers

sm | Jumat, 06 Desember 2013 - 12:55 WIB | 882 Views



Apakah begitu? Bukannya Demokrat membuat dirinya agar disudutkan?


Jakarta, baranews.co Fraksi Partai Demokrat (FPD) merasa disudutkan media massa. Namun, FPD enggan melaporkan hal ke Dewan Pers maupun aparat penegak hukum.


“Kami meminta semua elemen media tidak menunggu harus dilaporkan. Kalau ada yang tidak benar mereka harus luruskan,” kata Ketua FPD Nurhayati Ali Assegaf saat jumpa pers di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (6/12).


Dia enggan menyebut media-media yang dituding memojokkan PD. Nurhayati meminta media menghentikan kebohongan publik.


"Berikan pemberitaan berimbang. Ini hanya dilakukan beberapa media. Kami tidak perlu jelaskan. Saya kira masyarakat sudah tahu,” ujarnya.


Ia menambahkan, pemberitaan di media massa kerap merugikan Partai Demokrat (PD). Apalagi terkait sejumlah kasus-kasus dugaan korupsi seperti proyek pembangunan Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang, kasus SKK Migas dan kasus Century.


“Mengenai Hambalang, SKK Migas, Century yang tidak henti-hentinya dikaitkan dengan PD. Bahkan juga dikaitkan dengan Cikeas,” imbuh Wakil Ketua Umum PD ini.


Meski demikian, dia menyatakan akan terus mendukung kebebasan pers. “PD terus dukung penegakan hukum dan kebebasan pers. Kami tahu ada kader kami yang tersangkut masalah korupsi. Kami tidak lindungi anggota atau kader yang masih berproses hukum,” tegasnya.


Ia berharap kebebasan pers tetap mengacu kode etik jurnalistik. Pada kesempatan itu, Nurhayati juga menyebut salah satu pemberitaan di media televisi yang menyebut Sylvia Sholeha (Bu Pur) keluarga Cikeas.


“Metro TV pernah angkat pemberitaan yang berasumsi Bu Pur keluarga Cikeas. Juga mengenai kasus Bunda Putri,” ketusnya.


Nurhayati meminta perihal Bunda Putri tidak dikait-kaitkan dengan Cikeas. Menurutnya itu berupa fitnah yang keji.


"Kalau tidak tahu (Bunda Putri) tanyakan ke Luthi (Luthfi Hasan Ishaq), Hilmi (Hilmi Aminuddin) dan Suswono. Jangan tebar fitnah keji kepada Bu Pur yang kebetulan Pak Pur (Purnomo) teman seangkatan Pak SBY (Presiden Susilo Bambang Yudhoyono),” ucapnya.


Dia menegaskan, Bunda Putri bukan Bu Pur. “Masyarakat harus tahu masalah ini. Bu Pur bukan kalungga Cikeas,” tandasnya.