• Search
  • Menu

Ricuh Suporter Brasil, 3 Dilarikan ke RS

Ferry Alfiand | Senin, 09 Desember 2013 - 15:56 WIB | 1451 Views



Bentrokan pada Minggu (8/12) waktu setempat pecah hanya 10 menit sebelum Vasco de Gama bisa memenangkan pertandingan dan masuk dalam divisi liga atas.


Sao Paulo, baranews.co - Citra Brasil sebagai tuan rumah perhelatan akbar Piala Dunia terbentur dengan insiden bentrokan terbaru antarpendukung tim sepakbola saat pertandingan penentuan digelar di negara bagian Santa Catalina.


Bentrokan pada Minggu (8/12) waktu setempat pecah hanya 10 menit sebelum Vasco de Gama bisa memenangkan pertandingan dan masuk dalam divisi liga atas.


Lawannya, Atletico Paranaense, unggul dalam gol pertama saat para penonton di tribun mulai saling meninju dan menendang. Seorang pria memegang pipa logam dan memukulkannya ke salah satu penonton yang jatuh. Pasukan keamanan langsung menembakkan gas airmata kepada kerumunan penonton.


Pertandingan itu menjadi terinterupsi dan sebuah helikopter mendarat di lapangan sepakbola untuk mengambil penonton yang luka-luka.


Berbagai foto dari stadion menggambarkan sejumlah pekerja darurat mengangkut salah satu suporter yang berlumur darah dengan tandu.


Dokter Jose Eduardo Dias, salah satu dokter pertama yang tiba di lokasi, mengatakan tiga orang luka-luka secara kritis.


"Satu orang dibawa dengan helikopter dan dua lainnya dibawa dengan ambulans," katanya seperti dilansir SporTV.


Sebanyak 80 petugas keamanan swasta berada di dalam stadion saat bentrokan terjadi, kata polisi militer Adilson Moreira. Setelah itu, sekitar 169 polisi masuk ke dalam stadion.


Menurut Moreira, penertiban yang lebih keras tidak akan menghentikan terjadinya insiden kekerasan.


"Perkelahian tetap bisa pecah walau kita menertibkan area itu," katanya.


"Ini adalah budaya pendukung Brasil. Saat mereka ingin berkelahi, mereka datang ke stadion dan siap bertarung. Dan sayangnya, bahkan dengan kehadiran kami, hal ini akan tetap terjadi."


Penjaga gawang Vasco, Alessandro Oltramari, mengatakan dia melihat keseluruhan insiden kekerasan itu terjadi.


"Ini sangat disayangkan, khususnya sejak negara ini akan menjadi tuan rumah Piala Dunia tahun depan. ini sungguh disesalkan jika hal seperti ini terjadi nantinya," ujar Oltramari.


Ketegangan semakin memuncak terjadi dalam pertandingan Vasco dan Atletico-PR dalam ronde final turnamen bergengsi ini.


Beberapa hari sebelumnya, sebuah postingan di salah satu situs pendukung Atletico-PR memperingatkan bahwa kekerasan kemungkinan akan terjadi.


"Karena risiko tinggi perkelahian dan konfrontasi di jalan dan tingginya jumlah fans tim rival yang datang pada ronde akhir pertandingan. Kami tidak akan menjual tiket untuk perempuan dan anak-anak," demikian bunyi situs tersebut.


Pertandingan itu akhirnya berakhir selama lebih dari satu jam dan Vasco kalah 5-1. (fa/B1)