• Search
  • Menu

Cara Obama Memuji Mandela

fa | Rabu, 11 Desember 2013 - 08:51 WIB | 705 Views



Obama mengatakan bahwa tak mudah menggambarkan pujian untuk Mandela, untuk benar-benar menggambarkan segala yang pernah dilakukan Mandela dan makna yang dapat dipetik darinya.

JOHANNESBURG, baranews.co — Puluhan ribu orang menghadiri penghormatan untuk Nelson Mandela, Selasa (10/12/2013), di stadion yang pernah menjadi tuan rumah Piala Dunia pada 2010. Salah satu pidato utama disampaikan Presiden Amerika Serikat Barack Obama.

Dalam pidatonya itu, Obama mengatakan bahwa tak mudah menggambarkan pujian untuk Mandela, untuk benar-benar menggambarkan segala yang pernah dilakukan Mandela dan makna yang dapat dipetik darinya.

"Sulit melakukannya, (untuk memuji) raksasa sejarah, yang menggerakkan sebuah bangsa menuju keadilan, dan kemudian menggerakkan miliaran orang di dunia," kata Obama. Maka dari itu, Obama pun menggunakan banyak pembanding untuk mengungkapkan pujian itu.

Lahir di era Perang Dunia I, sebut Obama, Mandela berada di tempat yang jauh dari kekuasaan. Lingkungan lahir Mandela adalah tempat anak laki-laki menggembala ternak dan dibimbing oleh tetua suku Thembu. Namun, Madiba, panggilan Mandela, muncul menjadi pembebas pada abad terakhir abad ke-20.

Seperti Gandhi, sebut Obama, Mandela memimpin gerakan perlawanan. Sebuah gerakan yang pada awalnya hanya memberi sangat sedikit harapan untuk mendapatkan keberhasilan. Namun, laiknya raja, Mandela bersuara memperjuangkan mereka yang tertindas, yang membutuhkan keadilan moral rasional.

Harga perjuangan itu, sebut Obama, adalah kehidupan penjara yang dilewati Mandela yang teramat lama. Panjangnya masa penjara yang dijalani Mandela disebut Obama dengan, "Dimulai pada era Kennedy dan Khrushchev sampai berakhirnya era perang dingin."

Keluar dari penjara, kata Obama, Mandela bak Abraham Lincoln, terus bersama bangsanya yang terancam pecah. Laiknya pendiri Amerika Serikat itu, kata Obama, Mandela membangun tatanan konstitusional mempertahankan kebebasan untuk generasi mendatang.

"Komitmennya untuk demokrasi dan supremasi hukum tak hanya disahkan oleh keterpilihannya (menjadi Presiden Afrika Selatan), tetapi juga dengan kesediaannya mengundurkan diri dari kekuasaan."


Obama mengatakan sangat menggoda untuk menjadikan Mandela sebagai ikon yang tampil begitu tenang bersaput senyum. Namun, kata Obama, Mandela sendiri sangat menentang "pemujaan" berlebihan untuk dirinya. "Saya bukan orang suci, kecuali kalau Anda menganggap orang suci adalah pendosa yang mencoba menjadi orang suci," kutip Obama menirukan pernyataan Mandela.

Namun, kata Obama, segala kelebihan Mandela justru adalah karena dia sendiri mengakui ketidaksempurnaannya. "Karena dia begitu penuh humor yang baik, bahkan saat beban berat disandangnya. Kita mencintainya karena itu. Dia bukan patung dari marmer, ia adalah lelaki dengan daging dan darah, anak dan suami, ayah dan teman."

Menurut Obama, memetik pelajaran dari Mandela adalah belajar tentang seorang anak manusia yang mendapatkan tempatnya di sejarah melalui perjuangan dan kelihaian, ketekunan, dan iman. "Dia memberi tahu kita apa yang tak hanya ada di dalam buku sejarah berdebu, tapi juga yang ada dalam kehidupan keseharian kita sendiri."

"Mandela menunjukkan kepada kita tentang kekuatan tindakan, keberanian mengambil risiko atas nama cita-cita kita," kata Obama. Barangkali, ujar Obama, benar kata Mandela sendiri bahwa dia mewarisi sifat memberontak yang membanggakan, sikap keras kepala untuk memperjuangkan keadilan. (fa/kompas)