• Search
  • Menu

Obama dan Raul Castro Bersalaman

fa | Rabu, 11 Desember 2013 - 09:28 WIB | 823 Views



Obama terlihat lebih dulu mengulurkan tangannya ke arah Presiden Raul Castro, saat dia akan menuju podium dan berpidato.

SOWETO, baranews.co — Kejadian langka terekam dalam upacara kebaktian mengenang Nelson Mandela di Stadion FNB, Soweto, Selasa (10/12/2013). Peristiwa itu adalah ketika Presiden AS Barack Obama berjabat tangan dengan Presiden Kuba Raul Castro.

Obama terlihat lebih dulu mengulurkan tangannya ke arah Presiden Raul Castro, saat dia akan menuju podium dan berpidato. Pemerintah AS menyatakan, langkah Obama itu menunjukkan niat tulus Obama dalam merangkul musuh-musuh lama AS.

Jabat tangan kedua pemimpin negara yang selama berpuluh tahun menjadi musuh bebuyutan itu disaksikan jutaan orang di dunia yang menyaksikan siaran langsung kebaktian mengenang Nelson Mandela.

Obama tampaknya memang ingin mulai merangkul musuh-musuh lama AS. Pada September lalu, Obama berbicara lewat telepon dengan Presiden Iran Hassan Rohani.

Itu adalah sebuah komunikasi langsung antara pemimpin kedua negara setelah Revolusi Islam Iran 1979 yang berujung pada putusnya hubungan diplomatik kedua negara.

Hubungan antara musuh bebuyutan era perang dingin Kuba dan Amerika Serikat sangat terbatas selama setengah abad terakhir, terutama pada saat Kuba diperintah Fidel Castro.

Selama setengah abad terakhir, Washington memberlakukan embargo perdagangan terhadap Kuba. Dan, masalah nasib negeri komunis itu merupakan isu tak mengenakkan dalam politik domestik AS.(fa/afp)