• Search
  • Menu

Bu Pur Pernah SMS Ibu Ani SBY

| Rabu, 11 Desember 2013 - 09:53 WIB | 883 Views



Ibu Negara, saya merasa tak enak, niat saya mau melapor ke Andi Mallarangeng kalau teman adik ipar saya dapat proyek di Kemenpora. Tapi, kayaknya dia marah.

JAKARTA, baranews.co — Sylvia Soleha alias Bu Pur menyatakan tak menyangka terseret proyek pembangunan kompleks olahraga terpadu di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Sylvia mengakui hubungannya dengan keluarga Ny Ani Yudhoyono, istri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.


”Hubungan saya dengan Ny Ani Yudhoyono sebatas sesama istri lulusan Akabri 1973. Bertemu jika ada pertemuan dan pengajian alumni 73. Karena beliau Ibu Negara, saya juga terbatas dan formal berbicara dengan beliau,” kata Sylvia saat wawancara dengan Kompas di Jakarta, Selasa (10/12).


Saat wawancara, Sylvia didampingi kerabat dan dua anaknya, Lita dan Hardian. Isak tangis keluar saat istri Purnomo D Rahardjo ini bercerita. Purnomo merupakan teman seangkatan SBY yang masuk kepolisian. Pangkat terakhir Purnomo adalah komisaris besar dan bertugas di Mabes Polri (2008). Setelah pensiun hingga saat ini, Purnomo bekerja sebagai Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan, yang juga Ketua Harian DPP Partai Demokrat.


Bersama suami, Sylvia menjadi simpatisan Partai Demokrat dan beberapa kali ikut acara. ”Dalam acara Partai Demokrat di Sentul, saya bersalaman dengan Anas Urbaningrum,” katanya.


Kemarin, Sylvia juga menjadi saksi dalam persidangan kasus Hambalang dengan terdakwa mantan Kepala Biro Perencanaan Kementerian Pemuda dan Olahraga Deddy Kusdinar.


Mengadu ke Bu Ani


Sylvia menyatakan pernah sekali mengirim pesan singkat kepada Ny Ani. Isi pesan, ”Ibu Negara, saya merasa tak enak, niat saya mau melapor ke Andi Mallarangeng kalau teman adik ipar saya dapat proyek di Kemenpora. Tapi, kayaknya dia marah.”


SMS dikirim kepada Ny Ani Yudhoyono karena merasa Andi marah kepadanya. Ia mengadu karena Andi Mallarangeng pernah menjadi Jubir Presiden SBY. ”Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih kepada Pak Andi bahwa teman adik ipar saya dapat proyek pengadaan mebel untuk Rumah Sakit Cedera Atlet. Eh, Pak Andi malah marah, kenapa saya ikut-ikut proyek,” katanya.


Sylvia mengaku suka menolong teman dan kerabat. Ia merasa sifatnya yang suka menolong dimanfaatkan sepupu SBY bernama Widodo dan temannya, Arief Gunawan alias Arief Gundul, untuk meneruskan dua pesan pendek yang ditulis Arief kepada Sudarto, pegawai Kementerian Keuangan. Pesan itu menanyakan apa surat dari Kemenpora sudah turun dari Direktur Jenderal Anggaran Ani Ratnawati (sekarang Wakil Menkeu).


Sylvia mengenal Widodo saat para istri alumni Akabri 73 bertamu ke rumah ibunda Presiden Yudhoyono, Habibah. Di kesempatan lain, Widodo mengenalkan Sylvia kepada Arief. Ia mendapat kabar, Arief meninggal tahun 2012 akibat serangan jantung.


Sylvia mengatakan pernah bertemu mantan Sekretaris Kemenpora Wafid Muharam di Kemenpora saat mengucapkan selamat kepada Andi yang diangkat menjadi Menpora oleh Presiden Yudhoyono. Namun, dia membantah pernah meminta proyek kepada Wafid Muharam.(fa/kompas)