• Search
  • Menu

SBY Ungkit Lagi Soal Reformasi 1998

fa | Rabu, 11 Desember 2013 - 12:10 WIB | 854 Views



Saya masih ingat sidang umum MPR Maret 1998, presiden kita masih Soeharto. Saya mewakil fraksi ABRI bicara di Senayan, saya sampaikan reformasi tidak bisa dielakkan dan harus dilakukan

Jakarta, baranews.co - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan bahwa dia sudah menyinggung-nyinggung perihal reformasi pada tahun 1998, bahkan saat Presiden Soeharto masih pemerintah. Dia mengatakan malah dianggap terlalu maju pada masa itu.


"Saya masih ingat sidang umum MPR Maret 1998, presiden kita masih Soeharto. Saya mewakil fraksi ABRI bicara di Senayan, saya sampaikan reformasi tidak bisa dielakkan dan harus dilakukan," kata SBY dalam pidatonya di Kongres Kebangsaan yang digagas Forum Pemred II di hotel Bidakara, Rabu (11/12/13).


Hal tersebut kata SBY bagian dari perubahan yang tidak bisa dibantahkan. Menurutnya, perubahan selayaknya tidak ditabukan apalagi yang akan membawa kebaikan. Sementara potensi instabilitas harus diperhitungkan agar tidak berkepanjangan.


"Ide perubahan hampir pasti ada penolakan, hambatan, namun kalau bangsa sepakat lakukan pembaharuan dan perubahan, tidak boleh gentar meski ada elemen yang tidak setuju atau melawan," kata dia lagi.


Hal itu pulalah yang kata dia diyakininya ketika berbicara soal reformasi pada tahun 1998 itu.


"Saudara bayangkan waktu itu Pak Soeharto masih presiden. Yang saya maksudkan reformasi yang dilaksanakan secara konseptual, bukan asal-asalan," kata SBY.


Oleh karena itu bangsa Indonesia kata dia harus siap dengan perubahan-perubahan berikutnya.


Kongres Kebangsaan yang dilaksanakan mulai kemarin, Selasa (10/12) yang bertema "Menggagas Kembali Haluan Bangsa menuju 100 Tahun Indonesia Merdeka".


Penutupan kongres hari ini akan dilakukan oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Sidarto Danusubroto.


(fa/B1)