• Search
  • Menu

Sepenggal Kisah Hidup Reza Rahadian Tanpa Figur Bapak

| Selasa, 04 Oktober 2016 - 14:09 WIB | 464 Views



ejak kecil Reza Rahadian dibesarkan seorang diri oleh sang ibunda, Pratiwi Widiantini Matulessy.

Tumbuh besar tanpa sosook ayah di dekatnya sampai usia dewasa saat ini, apakah pria kelahiran Bogor, 5 Maret 1987 itu merasa kehilangan figur penting dalam kehidupannya?

Baranews.co - Sejak kecil Reza Rahadian dibesarkan seorang diri oleh sang ibunda, Pratiwi Widiantini Matulessy. Besar tanpa tahu sosok dan figur seorang ayah, begitulah secuil kisah di balik kesuksesan sang aktor pemeran Habibie dan Tjokroaminoto itu yang mungkin tak diketahui banyak orang.

Tumbuh besar tanpa sosook ayah di dekatnya sampai usia dewasa saat ini, apakah pria kelahiran Bogor, 5 Maret 1987 itu merasa kehilangan figur penting dalam kehidupannya?

"Nah, itu pertanyaan sulit sebenarnya!" tukasnya lalu terdiam sejenak.













"Saya pikir saya tidak pernah merasa kehilangan. Karena saya tidak pernah memiliki. Bedakan misalnya kalau kita ditinggal let say ya misalnya saya ditinggal usia 8 tahun atau 9 tahun, berasa dong figurnya selama ini menemani kehidupan Anda sebagai seorang anak," tuturnya dengan nada berat.

"Nah, karena ini tidak pernah ada, jadi saya enggak tahu rasanya ada dan enggak ada bedanya itu di mana? Jadi saya nggak pernah merasa kehilangan karena memang nggak tahu, gimana sih rasanya lo punya bapak tuh rasanya apa? Oh, ada temennya yang diajak buat main bola apa segala macem atau hubungan interaksi dengan anak laki-laki dengan bapak beda sama ibunya gitu kan...nah, itu saya nggak pernah punya," lanjutnya.

Reza juga mengaku tak pernah merasakan kesedihan atas keadaannya yang tumbuh dalam keluarga tanpa adanya sesosok ayah. Faktanya, ia memang tak pernah merasakan adanya perbedaan antara dirinya dengan anak-anak lain sebayanya.













"Saya pikir, oh yang normal dalam kapasitas hidup saya waktu itu ya begini. Sosoknya kalau saya bangun tidur ya ibu saya yang saya lihat. Mau tidur ibu saya yang saya lihat jadi enggak ada rasa kehilangan sama sekali sebenarnya," urainya serius.

Beranjak dewasa dirinya mulailah dapat menilai bagaimana interaksi seorang anak laki-laki dengan seorang ayah. Dan, itu tak membuat Reza lantas merasa ada yang kurang dalam hidupnya.

"Saya punya (interaksi) itu sama ibu saya, kita bisa olahraga bareng bisa berenang bareng bulutangkis bareng, ngapain aja bareng jadi ya ibu saya memang berperan ganda ya, dia sebagai dia mendidik saya. Ibu saya keras, dia mendidik saya sebagai seorang ayah juga sebagai seorang ibu," ungkapnya. (detik.com/hp)