• Search
  • Menu

Nasib Penjual Teh Berubah Setelah Fotonya Viral di Medsos

| Kamis, 20 Oktober 2016 - 08:12 WIB | 442 Views



Nasib penjual 'chai wala' atau penjual teh asal Pakistan ini berubah seketika setelah fotonya tersebar di Internet.

Pakistan, Baranews.co - Nasib penjual 'chai wala' atau penjual teh asal Pakistan ini berubah seketika setelah fotonya tersebar di Internet. Arshad Khan, 18 tahun, tertangkap kamera fotografer bernama Javeria Ali saat menuangkan teh dalam acara Islamabad Bazar, Minggu lalu. Ribuan stiker 'love' dari pengguna twitter dengan cepat menyebarkan foto itu. Hashtag #ChaiWala membanjiri media sosial.

Beberapa hari kemudian, Khan menjalani sesi pemotretan pertamanya. Sebuah situs belanja online di Islamabad, Fitin.pk, buru-buru meminta menandatangani kontrak untuk Khan dan kini ia sudah menggunakan foto-foto Khan sebagai model busana pria. Sebuah pesan tertera pada website dan Facebook Khan. Ia menulis, "Chai wala tidak lebih chai wala sekarang dia berubah jadi busana wala!"

Dalam wawancara dengan stasiun televisi lokal, Khan berujar keluarganya telah tinggal di Islamabad selama 25 tahun lamanya. Ia sendiri baru ikut berjualan teh sejak beberapa bulan lalu. Dia mengaku tidak pernah tahu sebelumnya soal platform media sosial seperti Instagram atau Twitter. Media Pakistan Express Tribune melaporkan mereka telah melacak penjual teh yang berubah jadi selebritas itu di tempatnya biasa bekerja.


Ketika ditanya apakah ia menyadari ketenarannya, Khan hanya menjawab dengan rendah hati, "Ya, saya sadar ketenaran saya ini dan saya sangat senang. Teman saya sudah menunjukkan foto ini sejak tadi pagi."

Ali, fotografer yang memajang foto Khan pada 14 Oktober lalu, mengantisipasi respons dengan hanya menulis "Hot-tea" dan stiker kedipan mata. "Saya sangat terkejut ketika Khan jadi terkenal. Bagi saya itu kiriman yang biasa saja!" ujar Ali. Dia mengaku senang atas perubahan pada Khan. Menurut Ali, Khan layak mendapatkan itu semua. "Saya hanya berharap dia bisa menangani ketenarannya dan tidak dimanfaatkan orang serakah." (kompas.com/hp)