• Search
  • Menu

Rumah Orangtua Terbakar, Gadis Ini Lelang Keperawanan untuk Cari Dana

| Senin, 24 Oktober 2016 - 10:17 WIB | 449 Views



Seorang perempuan muda melelang keperawanannya dengan harga 400.000 dolar AS atau sekitar Rp 5,2 miliar untuk membantu mencari dana membangun kediaman orangtuanya yang hangus terbakar.

LAS VEGAS, KBaranews.co  - Seorang perempuan muda melelang keperawanannya dengan harga 400.000 dolar AS atau sekitar Rp 5,2 miliar untuk membantu mencari dana membangun kediaman orangtuanya yang hangus terbakar.

Katherine Stone (20), meninggalkan kota kelahirannya di Seattle dan menuju negara bagian Nevada untuk bekerja di salah satu rumah bordil resmi.

Katherina mengetahui keberadaan tempat itu setelah melihat iklannya di situs jejaring sosial Facebook.

Di sana, Katherine kemudian melelang keperawanannya dengan harga minimal Rp 5,2 miliar. Namun, dia tak akan menerima tawaran jika tidak merasa cocok dengan si penawar.

Keputusan kontroversial Katherine ini menimbulkan banyak pertanyaan dari berbagai kalangan, terutama karena dia merelakan keperawanannya untuk orang yang tak dikenalnya.

"Orang banyak mengatakan seharusnya saya melepas keperawanan untuk orang yang saya cintai. Coba pikirkan, saya melakukannya karena saya mencintai keluarga saya," ujar Katherine kepada CNN.

Katherine kemudian membuat perjanjian dengan Dennis Hof yang memiliki tujuh rumah bordil resmi di Nevada sejak 2015.

Hof mengizinkan Katherine mengiklankan niatnya melelang keperawanan di rumah bordilnya, selama dia mendapatkan separuh dari uang yang diperolehnya.

Hingga keperawanannya terlelang, Katherine bekerja di rumah bordil itu dan memberikan layanan non-hubungan seks untuk mendapatkan tambahan uang bagi keluarganya yang tak memiliki asuransi apapun.

Katherine bahkan mengatakan, jika satu hari nanti keperawanannya terlelang dia tetap akan bekerja di rumah bordil itu selama lima tahun.

Setelah mendapatkan cukup uang dia akan meninggalkan tempat tersebut dan mengambil menuntut ilmu di fakultas hukum.

"Saya menunggu seorang pria yang menurut saya memunculkan koneksi sehingga pengalaman itu akan menjadi hal yang istimewa bagi kami berdua," kata Katherine.

"Saya memiliki hak untuk melakukan apapun terhadap tubuh saya. Dan dalam kondisi kesulitan ekonomi seperti saat ini akankan Anda menyalahkan saya?" tanya Katherine. (kompas.com/hp)