• Search
  • Menu

Megawati: Pak Ahok Kenapa Enggak Boleh Jadi Gubernur?

| Senin, 31 Oktober 2016 - 15:13 WIB | 508 Views



Ada orang yang bilang melalui media sosial. Tidak ada pemimpin itu kalau tidak agama Islam, tidak boleh non-muslim. Rasnya harus Indonesia asli.

JAKARTA, Baranews.co - Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri mengatakan mengikuti perbincangan di media sosial terkait Pilkada DKI Jakarta 2017. Termasuk soal pemimpin harus Indonesia asli.


 


"Ada orang yang bilang melalui media sosial. Tidak ada pemimpin itu kalau tidak agama Islam, tidak boleh non-muslim. Rasnya harus Indonesia asli. Saya langsung mikir, sebetulnya yang Indonesia asli itu sopo yo," ujar Megawati.


Hal itu dikatakannya saat memberi sambutan dalam pembukaan Pelatihan Mubaligh Kebangsaan yang diselenggarakan Pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) PDI-P di Kantor DPP PDI-P, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (31/10/2016).


Megawati mengatakan, Indonesia memiliki keragaman suku, agama, budaya, dan lainnya. Ia kemudian mempertanyakan soal kepemimpinan di Indonesia.


Menurut dia, di dalam islam, Tuhan pertama kali menurunkan Adam dan Hawa ke dunia. Dari Adam dan Hawa-lah keturunan manusia hidup di dunia.


Kemudian, pada masa penjajahan, banyak pernikahan antara pribumi dengan bangsa-bangsa lain. Dari sana jugalah keberagaman suku, ras, agama, dan budaya lahir.


"Lalu kita tidak boleh bilang dia adalah orang Indonesia asli?" kata dia.


Megawati kemudian menyinggung soal pencalonan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada Pilkada DKI 2017 yang menuai pro dan kontra.


"Pak Ahok kenapa enggak boleh jadi gubernur? Apakah karena dia matanya sipit, agamanya non-muslim. Apakah itu Indonesia?" ucap Megawati.


Dia mempertanyakan pikiran yang rasional, logis, dan objektif apabila masyarakat Indonesia mengkotak-kotakkan diri mereka berdasarkan suku, agama, ras, budaya, dan lainnya. Sebab, Indonesia merupakan negara yang plural.


Megawati mengatakan, dia tidak sedang membela suku, agama, ras, maupun golongan tertentu.


"Saya belain Republik Indonesia yang saya cintai," ucapnya. (kompas.com/hp)