• Search
  • Menu

Desakan Mundur Presiden Korsel Terus Menguat

| Kamis, 03 November 2016 - 12:57 WIB | 367 Views



Presiden Korea Selatan Park Geun Hye mengatakan peluncuran roket yang dilakukan oleh Korea Utara tidak akan pernah ditolerir.

Bertahun-tahun lalu di Hell Joseon, hiduplah seorang putri dengan kapasitas otak yang kurang. Ketika sang putri kehilangan ibunya dan berumur 23 tahun, seorang dukun bernama Choi mengunjunginya,

Seoul, Baranews.co - Presiden Korea Selatan (Korsel), Park Geun-hye, mencopot perdana menteri (PM) dan menteri keuangannya, Rabu (2/11) dengan harapan bisa meredakan kemarahan publik atas skandal kolusinya. Sayangnya, rakyat Korsel dari berbagai kalangan tetap saja mendesak agar pengunduran diri Park setelah jaksa menangkap teman dekatnya bernama Choi Soon-sil karena mempengaruhi masalah negara.


Para pelajar di sekolah menengah, pemimpin agama, komunitas di dunia maya (online), bahkan imigran Korea di luar negeri saling bersatu untuk menyerukan tuntutan pengunduran diri Park. Desakan mundur itu terungkap lewat kisah-kisah satir, puisi, karya seni, dan penampilan yang dipublikasikan secara luas.


“Bertahun-tahun lalu di Hell Joseon, hiduplah seorang putri dengan kapasitas otak yang kurang. Ketika sang putri kehilangan ibunya dan berumur 23 tahun, seorang dukun bernama Choi mengunjunginya,” sebut sebuah kisah satir yang ditulis oleh seorang mahasiswa Universitas Yonsei.


Kisah yang dibagikan sejak 27 Oktober lalu itu telah mendapatkan lebih dari 20.000 tanda suka (like) di Facebook, kemarin. Inti cerita itu tentang pengambilalihan kekuasaan oleh si dukun, merujuk kepada skandal antara Choi dan Park. Ayah Choi yakni Choi Tae-min, yang merupakan penasihat Park, adalah pendiri dari sebuah sekte agama yang dikenal dengan Yeongsegyo, atau “Eternal World”, yakni memadukan antara keyakinan Buddha, Kristen, dan gerakan Konfusianisme, Cheondoism.


Skandal politik Park mencuat setelah Choi, yang tidak memiliki posisi apa pun di pemerintahan, ikut andil menyusun pidato-pidato presiden bahkan turut ambil bagian dalam pengambilan kebijakan termasuk penunjukan anggota kabinet. Choi juga memiliki akses kepada dokumen-dokumen keamanan nasional dan memanfaatkan kedekatannya dengan Park untuk mendapatkan dana dari para konglomerat untuk yayasannya.


Choi kini sudah ditahan dan diinterogasi oleh jaksa dalam kaitannya dengan Park dan tudingan lain seperti penggelapan. Penahanan Choi dilakukan berdasarkan tuduhan penggelapan dan penyalahgunaan kekuasaan.


Pada Senin (1/11), mahasiswa jurusan seni dari Universitas Nasional Korea menampilkan sebuah pertunjukan perdukunan untuk “mengusir setan” di kampus. Aksi itu bermakna menyingkirkan semua ancaman kepada bangsa. Mereka juga membacakan deklarasi untuk mendesak mundur Park, yang diikuti oleh para profesor dari lebih dari 100 universitas di seluruh Korsel.





 


Natasia Christy Wahyuni/WIR


Suara Pembaruan