• Search
  • Menu

Trump Ajukan Gugatan Hukum untuk Pemungutan Suara Awal di Nevada

| Rabu, 09 November 2016 - 03:53 WIB | 369 Views



Pemilih menggunakan hak suara di Las Vegas, Nevada (Repro: detiknews/REUTERS/David Becker)

Dalam gugatan itu, tim pengacara Trump menuding panitera pemilih di Clark County telah melanggar hukum negara bagian

LAS VEGAS, Baranews.co - Calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik Donald Trump mengajukan gugatan hukum terhadap panitera pemilih di Clark County, Nevada. Gugatan ini terkait pemungutan suara awal yang digelar pekan lalu.

Seperti dilansir Reuters dan CNN, Rabu (9/11/2016), gugatan hukum itu mempersoalkan sebuah tempat pemungutan suara di Las Vegas, yang diizinkan tetap buka hingga malam, dalam pemungutan suara awal.

Dalam gugatan itu, tim pengacara Trump menuding panitera pemilih di Clark County telah melanggar hukum negara bagian. Tim Trump meminta surat suara dari tempat pemungutan suara yang bermasalah itu untuk dipisahkan dari surat suara lainnya, menunggu kemungkinan langkah hukum selanjutnya.

Gugatan hukum ini diajukan pada Senin (7/11) waktu setempat dan secara spesifik menyebut Joe P Gloria selaku panitera pemilih Clark County sebagai pihak tergugat.

Gugatan itu memprotes keputusan Gloria untuk tetap membuka tempat pemungutan suara hingga dua jam setelah waktu resmi penutupan tempat pemungutan suara. Masalahnya, Las Vegas memiliki warga minoritas dalam jumlah besar. Seperti diketahui, warga minoritas di AS cenderung condong kepada rival Trump, Hillary Clinton.

Dalam tanggapannya, juru bicara Clark County, Dan Kulin, menuturkan kepada CNN bahwa tidak ada tempat pemungutan suara yang diperpanjang jam tutupnya, saat pemungutan awal. Jikalau ada yang memundurkan jam tutup, sebut Kulin, itu karena masih memberikan kesempatan kepada para pemilih yang sudah antre sejak sebelum jam tutup. 

Aturan hukum yang berlaku di negara bagian Nevada menyatakan, para pemilih yang sudah berada dalam antrean pada pukul 20.00 waktu setempat, jam tutup resmi tempat pemungutan, harus diperbolehkan menggunakan hak suara mereka.

Gugatan Trump itu menuding panitera pemilih telah melanggar aturan hukum negara bagian karena mengizinkan pemilih untuk masuk dalam antrean setelah pukul 20.00 waktu setempat. Insiden itu dilaporkan terjadi di sebuah tempat pemungutan suara di kawasan warga Latin yang ada di Las Vegas.

Nevada merupakan salah satu negara bagian yang mengizinkan pemungutan suara awal. Kota Las Vegas sendiri, yang merupakan kota terpadat di Nevada, dipandang sebagai basis pendukung Hillary. (Novi Christiastuti - detikNews/bh).