• Search
  • Menu

Pernah Mengkritik, Pangeran Alwaleed Ucapkan Selamat pada Donald Trump

| Jumat, 11 November 2016 - 07:37 WIB | 405 Views



Presiden terpilih @realDonaldTrump, terlepas apapun perbedaan pendapat di masa lalu, Amerika telah berbicara, selamat dan mengharapkan yang terbaik untuk masa kepresidenan Anda,

Riyadh, Baranews.co - Miliarder Arab Saudi Pangeran Alwaleed bin Talal turut mengucapkan selamat kepada Donald Trump yang terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat (AS). Setahun lalu, Pangeran Alwaleed pernah ribut dengan Trump via Twitter.

"Presiden terpilih @realDonaldTrump, terlepas apapun perbedaan pendapat di masa lalu, Amerika telah berbicara, selamat dan mengharapkan yang terbaik untuk masa kepresidenan Anda," tulis Pangeran Alwaleed melalui akun Twitter-nya dengan menyebutkan akun resmi Trump, seperti dilansir Reuters, Kamis (10/11/2016).

Pada Desember 2015, Pangeran Alwaleed menyebut Trump sebagai 'aib' dan menyerukan agar Trump mundur dari pencapresan. Komentar keras itu dilontarkan Pangeran Alwaleed setelah Trump menyerukan larangan warga muslim masuk ke wilayah AS. 

Menanggapi kecaman Pangeran Alwaleed saat itu, Trump membalas dengan komentar tak kalah keras. "Pangeran @Alwaleed_Talal yang bodoh ingin menguasai politikus AS kita dengan uang ayahnya. Tidak akan bisa melakukannya ketika saya terpilih," balas Trump saat itu.

Sementara itu, dalam pernyataan resmi via kantor berita Saudi Press Agency (SPA), Raja Salman menyampaikan ucapan selamat kepada Trump. Raja Saudi itu juga mengharapkan Trump sebagai Presiden AS nantinya, bisa menciptakan stabilitas di kawasan Timur Tengah. 

"Kami mengharapkan kesuksesan Yang Mulia dalam misi untuk mencapai keamanan dan stabilitas di Timur Tengah dan seluruh dunia," ucap Raja Salman dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP.

Raja Salman memuji kemitraan AS-Saudi yang berlangsung sejak lama. "Hubungan yang erat dan bersejarah antara kedua negara yang bersahabat, yang diharapkan semua pihak bisa berkembang dalam semua bidang untuk kepentingan kedua negara," imbuhnya. 

Di bawah Presiden Obama yang menjabat dua periode atau 8 tahun terakhir, hubungan AS-Saudi menjadi sedikit renggang. Pemimpin Saudi merasa Obama ragu-ragu untuk terlibat dalam konflik Suriah dan kondlik di kawasan lain. Saudi juga khawatir AS menjadi lebih condong ke Iran, yang merupakan musuh abadi mereka. (detik.com/hp)