• Search
  • Menu

Pernah Mau Kirim Trump ke Angkasa, Bos Amazon Kini 'Tobat'

| Jumat, 11 November 2016 - 12:48 WIB | 404 Views



Barangkali, salah satu orang yang paling cemas melihat kemenangan Donald Trump di pilpres AS adalah Jeff Bezos. Sang pendiri dan CEO retail online terbesar dunia Amazon ini dikenal sebagai seteru Trum

Baranews.co - Barangkali, salah satu orang yang paling cemas melihat kemenangan Donald Trump di pilpres AS adalah Jeff Bezos. Sang pendiri dan CEO retail online terbesar dunia Amazon ini dikenal sebagai seteru Trump.

Bezos termasuk yang paling vokal mengkritik Trump. Dikutip dari Guardian, Jumat (11/11/2016), Bezos pernah mengatakan majunya Trump sebagai capres AS merusak demokrasi negara itu. 

Ia pernah pula mengatakan bahwa seharusnya Donald Trump dikirim ke ruang angkasa saja. Melalui Twitter, Bezos menyebut akan menyisihkan kursi kosong untuk Trump di roket Blue Origin miliknya. Blue Origin adalah perusahan milik Bezos yang baru-baru ini sukses menerbangkan roket New Shepard buatannya.

"Akan menyisakan satu kursi untuknya di roket Blue Origin #sendDonaldtospace," tulis Bezos di akun @JeffBezos



Bezos merasa gerah karena Trump berulangkali menjadikan dia dan Amazon sebagai sasaran tembak. Trump menyatakan Amazon menghindari pajak yang besar. Bezos dituduhnya membeli media Washington Post demi melancarkan praktik bisnis yang tidak sehat.

"Washington Post dimanfaatkan sebagai mainan oleh Jeff Bezos yang mengontrol Amazon. Amazon bisa lolos dari persoalan pajak. Dia memanfaatkan Washington Post untuk power sehingga politisi di Washington tidak memajaki Amazon seperti yang seharusnya," paparnya.

Washington Post pun selama masa kampanye, berulangkali menerbitkan artikel negatif soal Trump. Namun kini setelah kemenangan Trump, Bezos tampaknya bertobat. Ia mengucapkan selamat pada Trump yang akan memimpin AS.

"Congratulations to @realDonaldTrump. I for one give him my most open mind and wish him great success in his service to the country," tulis Bezos di Twitter.

Bagaimanapun, sebagai pemimpin negara, Trump nantinya akan jauh lebih berkuasa dan bisa saja menentukan nasib Amazon. Jadi memang tidak ada salahnya jika Bezos berbalik arah dan memilih mendekati Trump. (detik.com/hp)