• Search
  • Menu

Perjuangan Kakek Anah, Memulung Sampah Demi Hidupi Istrinya yang Buta

| Minggu, 13 November 2016 - 14:31 WIB | 352 Views



Anah Kanim (60), seorang warga Kampung Lozi RT 03 RW 04, Desa Keresek, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut,

GARUT, Baranews.co - Anah Kanim (60), seorang warga Kampung Lozi RT 03 RW 04, Desa Keresek, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, terpaksa mengais rezeki dengan memulung sampah di sepanjang jalan daerah tersebut. 

Meski seluruh jari kakinya terluka akibat penyakit diabetes, Anah tetap semangat bekerja demi menghidupi istrinya yang buta dan juga mengidap diabetes. 

"Saya terpaksa dan sekuat tenaga sehari-hari mencari tumpukan sampah yang bisa dijual. Istri saya kasihan selama ini butuh obat dan makan. Istri saya tak bisa melihat selama ini," ucap Anah kepada Kompas.com, di Cibatu, Sabtu (13/11/2016). 

Anah menuturkan, penyakit diabetes yang dideritanya telah kronis sampai semua jari kakinya hilang. Luka di kakinya makin parah karena Anah tak mengenakan alas kaki saat memulung. 

Adapun istri Anah, hanya bisa terbaring di rumah karena sakit parah. 

"Begini saja tak pakai sandal," kata dia. 

Anah yang mengenakan baju lusuh sempat heran saat Ketua DPRD Kabupaten Garut Ade Ginandjar bersama Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dan rombongan datang menemuinya, Sabtu.

Anah terkejut karena da pejabat tiba-tiba merangkul pundaknya dan mengajak ngobrol di pinggir jalan. 

"Saya kaget ada Pak Dedi dan Pak Ade menghampiri saya. Tapi saya merasa senang karena orang kecil seperti saya ternyata masih diingat oleh mereka," kata dia. 

Anah lalu menceritakan semua beban hidupnya kepada pejabat tersebut. Anah kemudian disarankan untuk segera berobat ke rumah sakit dan diberi bantuan lainnya.

"Saya terima kasih kepada Pak Dedi karena sudah membantu saya. Selama ini belum pernah ada yang mau peduli dengan kehidupan saya dan istri saya yang sakit parah di rumah," ujar Anah. 

Sementara itu, Dedi mengaku tak sengaja menghampiri kakek tersebut di pinggir jalan saat akan pergi ke sebuah acara di Kabupaten Garut. Dedi merasakan bagaimana selama ini beratnya beban hidup yang harus ditanggung oleh Anah.

"Saya tadi berikan beberapa potong pakaian dan untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Sedangkan kakek dan istrinya dibawa ke rumah sakit terdekat untuk diobati. Saya pun meminta doa kepada seluruh warga masyarakat supaya kedua kakek dan nenek ini segera diberikan kesembuhan," ucap Dedi. (kompas.com/hp)