• Search
  • Menu

40 Pasien Keracunan ''Seafood'' Dirawat di RSUD Ruteng

Oleh: Alfan Manah-NTT.baranews.co | Rabu, 16 November 2016 - 09:39 WIB | 1063 Views



Salah Satu Pasien Keracunan Seafood sedang dirawat di RSUD Dr.Ben Mboi Ruteng (Repro, Nusalale.com)

Keluhan itu muncul sehari setelah mereka menyantap ikan panggang serta cumi bakar di rumah makan Cianjur di jalan Pertiwi Ruteng, Minggu malam (13/11)

RUTENG, Baranews.co - Sedikitnya 40 orang korban keracunan makanan laut (Seafood) masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Ben Mboi Ruteng.


“Hari ini saya sudah melakukan observasi pasien keracunan di rumah sakit. Yang masih dirawat ada 40 orang, lainya sudah pulang karena pulih,” Ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, Yulianus Weng, Selasa 15 November 2016.


Puluhan orang tersebut dilarikan ke rumah sakit Senin kemarin dengan keluhan yang sama yakni pusing,mual,muntah, diare serta demam.


Keluhan itu muncul sehari setelah mereka menyantap ikan panggang serta cumi bakar di rumah makan Cianjur  di jalan Pertiwi Ruteng, Minggu malam (13/11).


Kadis Weng yang juga merupakan seorang dokter umum menjelaskan, kondisi pasien umumnya membaik. Menurutnya sakit akibat keracunan makanan mudah dikendalikan dengan suntikan dan infus.


“Saya cek sendiri tadi semua aman. Dari laporan dokter di sana menujukan kondisi pasien membaik. Yang pulih betul sudah boleh pulang ke rumah sementara yang masih pusing dan mual masih harus menjalani perawatan,” Ungkap dokter Weng.


Salah seorang diantara pasien, Suliswati (28) menuturkan, ia dan suami serta anaknya mendadak mengalami pusing dan mual yang hebat sejak Senin sore. Karena sudah mulai muntah-muntah ketiganya pun dilarikan ke RSUD Ruteng.


“Sampai di sini (IGD, red) saya lihat begitu banyak orang dirawat dengan keluhan yang sama. Anak saya mulai mulai mencret-mencret dan muntah delapan kali. Saya panik sekali pak” Ujar wanita asal Surabaya itu.


Suliswati menuturkan, sehari sebelumnya mereka menyantap ikan tuna bakar serta cumi bakar di rumah makan Cianjur yang berlokasi di tepi jalan Pertiwi Ruteng (Samping dealer Hasjrat Abadi, Minggu malam (13/11).


“Kami makanya seekor bertiga ditambah seporsi cumi-cumi,” Kata Suliswati.


Ia menjelaskan, awalnya sempat bingung dengan gejala yang dialami keluarganya sebab sepanjang hari ia tidak membeli makan diluar.


“Baru muncul reaksinya sekitar hampir 20 jam dari sejak kami makan. Anak saya masih muntah-muntah serta panas tinggi meski telah menghabiskan dua botol infus serta telah diberi suntikan. Kalau saya dan suami sudah tidak muntah hanya masih pusing,” Ia tambahkan.


Keluhan yang sama juga dialami Sony bersama istri serta anaknya. Ketiganya tergolek lemah di bangsal IGD. Menurut Sony, tidak ada rasa yang mencurigakan dari hidangan rumah makan Sea food Cianjur. Ia dan keluarganya sama-sama menyantap ikan tuna bakar.


“Saya sering makan di situ, masakanya enak apalagi ikan bakarnya. Tumben kali ini terjadi seperti ini,” Ungkap Sony. *