• Search
  • Menu

Piala Liem Swie King dan Piala Susy Susanti Siap Diperebutkan Pemain Junior

| Rabu, 16 November 2016 - 19:15 WIB | 274 Views



Turnamen ini menjadi satu ajang baru untuk berkompetisi para bibit berbakat. Selain itu ajang ini dapat sekaligus mengukur kompetensi setiap atlet-atlet muda di Indonesia untuk berlanjut ke jenjang pe

Jakarta, Baranews.co - PBSI akan menggelar kejuaraan bulutangkis Superliga level junior, setelah sebelumnya hanya menggelar Superliga level senior. Ajang untuk pemain di bawah 19 tahun itu dilangsungkan pekan depan, memperebutkan Piala Liem Swie King dan Piala Susy Susanti.

PBSI, menggandeng Blibli.com dan Li Ning sebagai sponsor utama, menggelar turnamen tersebut di di GOR Djarum Magelang pada 21-26 November 2016.

Lima belas tim telah memastikan keikutsertaannya pada kompetisi bulutangkis yang bertajuk resmi Blibli.com Li Ning Superliga Junior 2016 itu. Ke-15 tim tersebut terdiri dari delapan regu putra dan tujuh regu putri.

Delapan regu putra itu adalah Exist Jakarta, Djarum Kudus, Mutiara Cardinal Bandung, Jaya Raya Jakarta, Wilayah Jateng-Jogja, Wilayah Jatim-Bali, SGS PLN Bandung, dan Wilayah Jabar-Banten. Sedangkan tujuh regu putri adalah Djarum Kudus, Mutiara Cardinal Bandung, Jaya Raya Jakarta, Wilayah Jateng-Jogja, Wilayah Jatim-Bali, SGS PLN Bandung, dan Wilayah DKI Jakarta.

"Turnamen ini menjadi satu ajang baru untuk berkompetisi para bibit berbakat. Selain itu ajang ini dapat sekaligus mengukur kompetensi setiap atlet-atlet muda di Indonesia untuk berlanjut ke jenjang perlombaan skala dunia," ungkap Kepala Bidang Pengembangan Demisioner PP PBSI Basri Yusuf dalam jumps pers di Aston at Kuningan Suites, Rabu (16/11/2016).

Tak hanya itu, kompetisi antarregu ini juga diharapkan memberi angin segar untuk kemajuan perbulutangkisan nasional, khususnya regenerasi atlet-atlet muda.

Kejuaraan ini sendiri akan menerapkan format kejuaraan Piala Thomas dan Uber. Setiap tim akan terdiri dari 10 pemain putra dan 10 pemain putri. Nantinya mereka tidak hanya memperebutkan total hadiah Rp 400 juta, tapi juga akan memperebutkan trofi bergilir yakni Piala Liem Swie King dan Piala Susy Susanti.

Pemilihan keduanya pun bukan tanpa alasan. Liem sendiri merupakan pemain yang berhasil merebut medali emas Piala Thomas selama tiga kali para tahun 1976, 1979, dan 1984. Sementara Susy telah merebut dua Kali medali emas Piala Uber di tahun 1994 dan 1996. Tak hanya itu, keduanya juga tercatat mendapatkan penghargaan Hall of Fame dari Badminton World Federation pada tahun 1994.

"Saya sendiri baru dihubungi namanya akan dipakai beberapa hari lalu. Tentu ini jadi suatu kebanggaan tersendiri bisa terpilih sebagai nama Piala dari ajang bergengsi until para atlet Muda," kata Susy.

Ajang ini dinilai Susy pun memiliki dampak tersendiri bagi para atlet. Selain mengasah kemampuan, pemain pertandingan beregu harus mampu menahan ego serta mengasah solidaritas kepada antar rekannya untuk semangat memenangkan pertandingan.

"Pertandingan ini penting untuk ujicoba di mana para pemain bisa bertanggung jawab saat main beregu dan sebagai satu kesiapan para junior untuk melangkah yang lebih besar lagi untuk mewakili Indonesia saat bermain di beregu. Tak hanya itu ketika melangkah ke senior mereka pun tidak takut lagi ketika harus diturunkan untuk main beregu karena Sudan terbiasa," ungkap Susy.

Sementara itu, Ketua PB Djarum Yoppy Rosimin, yang juga Program Direktur Bakti Olahraga Djarum Foundation, mengatakan bahwa kompetisi ini menjadi sebuah sarana tolak ukur kesiapan para atlet muda sehingga lebih matang lagi.

"Klub menjadi salah satu wahana pengasahan kemampuan atlet muda dan kami berharap melalui turnamen ini menjadi ajang mengasah para pemain muda yang bisa mengharumkan nama Indonesia di masa akan datang," harapnya.

Menyoal peluang, Yoppy mengatakan semua tim punya kans untuk menjadi pemenang. "Saya kira peluang tim sama semua. Kejuaraan nanti akan menjadi pertarungan seru. Setiap tim pasti punya kans termasuk PB Djarum," sebutnya.

Sementara itu Ketua Panitia Pelaksana Andy Kridasusila mengatakan meski persiapan timnya cukup singkat, yaitu tiga bulan, tapi belum ada kendala yang cukup berarti. 

"Kami dari panpel Superliga pada prinsipnya sudah siap menggelar ajang ini. Berbagai hal sudah kami siapkan dan tempat sudah dipastikan di GOR Djarum Magelang. Begitu dengan perangkat pertandingan. Dari pengurus besar (PB) sangat support, baik dari wasit dan hakim garis. Kami sudah siapkan semua sesuai dengan standar yang dibutuhkan," ungkap Andy.

"Kami tentu berharap agar pemain yang terjun di event ini bisa merasa nyaman untuk bertarung sebaik mungkin dan bisa mengeksplor segala pertandingan tanpa harus ada kendala-kendala teknis," lanjutnya.

Imelda Wiguna, perwakilan Jaya Raya Jakarta, menyambut positif adanya kejuaraan junior berformat pertandingan beregu seperti ini. Sebab, di Indonesia baru hanya ada satu kompetisi nasional yang menerapkan format serupa, yaitu Pembangunan Jaya Cup. 

"Kejuaraan seperti ini penting untuk atlet-atlet muda kita. Artinya anak-anak sudah bisa dengan format seperti ini. Tapi karena Superliga junior ini baru permulaan tentu masih banyak kekurangan. Ya mungkin di masa akan datang bisa direncanakan lebih baik dan detail lagi," ucap Imelda. (detik.com/hp)