• Search
  • Menu

ISIS Eksekusi Mati 300 Mantan Polisi Irak di Dekat Mosul

| Kamis, 17 November 2016 - 17:27 WIB | 423 Views



Kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dilaporkan membunuh lebih dari 300 mantan polisi Irak, sekitar 3 minggu lalu.

Baghdad, Baranews.co - Kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dilaporkan membunuh lebih dari 300 mantan polisi Irak, sekitar 3 minggu lalu. Jasad-jasad korban dimakamkan di kuburan massal dekat kota Hammam al-Alil, sebelah selatan Mosul yang sedang diserbu pasukan Irak dan Kurdi. 

Laporan itu disampaikan organisasi internasional pemantau HAM, Human Rights Watch (HRW), seperti dilansir Reuters, Kamis (17/11/2016). Seorang reporter Reuters mengunjungi langsung lokasi kuburan massal korban-korban ISIS di Irak.

Dituturkan warga setempat, kuburan massal itu menjadi lokasi ISIS menguburkan korbannya yang tewas ditembak atau dipenggal. Sejumlah warga setempat meyakini ada sekitar 200 orang yang dibunuh dalam beberapa minggu sebelum ISIS menarik diri dari kota itu. 

HRW menyebut, ratusan mantan polisi Irak yang menjadi korban ISIS merupakan mereka yang terpisah dari kelompok 2.000 orang dari sejumlah kota dan desa setempat yang dipaksa melakukan perjalanan bersama ISIS, bulan lalu.

ISIS bergerak ke Mosul bagian utara, tepatnya ke kota Tal Afar, begitu operasi militer dilancarkan pasukan militer Irak dan milisi Kurdi dengan dibantu koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) beberapa minggu lalu.

HRW mengutip seorang buruh setempat yang mengaku melihat militan ISIS mengemudikan empat truk berukuran besar, yang masing-masing mengangkut 100-125 orang yang semuanya berjenis kelamin laki-laki. Buruh itu mengaku mengenali beberapa pria yang ada di dalam truk itu sebagai mantan polisi. 

Buruh itu mengaku melihat truk-truk melintasi sebuah sekolah pertanian yang dekat dengan lokasi, yang kini menjadi kuburan massal. Beberapa menit setelah melihat truk-truk itu, sang buruh yang tidak disebut namanya, mengaku mendengar suara tembakan senapan otomatis dan tangisan putus asa. 

Keesokan malamnya atau pada 29 Oktober lalu, sebut buruh yang dikutip HRW itu, peristiwa serupa kembali terjadi. Dituturkannya kepada HRW, dirinya melihat ada sekitar 130-145 laki-laki di dalam truk yang dikemudikan militan ISIS.

Seorang saksi mata lainnya, yang merupakan warga kota Hammam al-Alil, mengaku dirinya mendengar suara tembakan senapan otomatis di wilayah yang sama selama sekitar 7 menit. Suara tembakan itu selalu terdengar pada malam hari, selama tiga hari berturut-turut.

"Ini merupakan bukti lainnya dari pembunuhan massal mengerikan oleh ISIS terhadap mantan penegak hukum di dalam dan sekitar Mosul. ISIS seharusnya ditindak tegas untuk kejahatan terhadap kemanusiaan ini," tegas Wakil Direktur HRW untuk Timur Tengah, Joe Stork. (detik.com/hp)