• Search
  • Menu

Ahok Senang Kampanye di Pondok Kopi Disambut Antusias Warga

| Kamis, 17 November 2016 - 17:39 WIB | 426 Views



Malah tadi satu rumah ada yang kasih saya minum lagi, keluarin air dari kulkas ambil gelas. Dia bilang, ini air produksi kami sendiri Pak, air isi ulang. Ya sudah saya minum segar juga,

Jakarta, Baranews.co - Calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama disambut antusiasme warga ketika blusukan di Jalan Robusta, Pondok Kopi, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (17/11). Blusukan Basuki ini tidak mengalami penolakan seperti sebelum-sebelumnya.


Dari analisis tim sukses-nya, diketahui bahwa penolakan-penolakan itu terencana. Terkait itu ia mengatakan, dirinya memang menemukan beberapa kali di lapangan, baik kampanye atau tidak penolakan terhadap dirinya.


"Saya tidak pakai kotak-kotak juga orang tahu saya Ahok. Saya mau turun pasar ke mana tidak ada penolakan kok, saya sengaja datangin semua, tidak ada penolakan sama sekali," kata Basuki di lokasi.


Dalam kampanye yang dilakukan Basuki di Jalan Robusta, Pondok Kopi, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (17/11), Basuki melaksanakan kampanye dengan lancar. Antusiasme warga atas kedatangan Basuki tidak diwarnai aksi penolakan seperti ketika ia datang ke Ciracas, Jakarta Timur. Di sana, kendati warga antusias tetapi beberapa penolakan yang berasal bukan dari lingkungan warga yang didatangi justru terdapat aksi penolakan.


"Malah tadi satu rumah ada yang kasih saya minum lagi, keluarin air dari kulkas ambil gelas. Dia bilang, ini air produksi kami sendiri Pak, air isi ulang. Ya sudah saya minum segar juga," katanya.


Dari hasil analisis tim suksesnya juga diketahui bahwa pelaku penolakan merupakan orang yang sama di lokasi manapun. Menanggapi hal itu, Basuki mengatakan, hal tersebut bisa dibuktikan nantinya. Apalagi timnya juga sudah melapor ke polisi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) atas penolakan-penolakan kampanye yang dialaminya ini.


"Orangnya itu-itu juga kalau ditangkap-tangkapin hilang nanti. Hari ini juga kelihatannya, dia bilang tadi ada ancaman, ya terserah kalau dia berani menyerang ke sini lihat saja," pungkasnya.





 


Deti Mega Purnamasari/CAH


Suara Pembaruan