• Search
  • Menu

Pekan Ketiga November 2016, BI Pantau Inflasi 0,39 Persen

| Jumat, 18 November 2016 - 15:47 WIB | 422 Views



Bank Indonesia (BI) melaporkan inflasi indeks harga konsumen (IHK) hingga pekan ketiga bulan November 2016 mencapai 0,39 persen.

JAKARTA, Baranews.co – Bank Indonesia (BI) melaporkan inflasi indeks harga konsumen (IHK) hingga pekan ketiga bulan November 2016 mencapai 0,39 persen.


Angka ini didiasarkan kepada Survei Pemantauan Harga (SPH) yang dilakukan oleh bank sentral.


“Inflasi minggu ketiga kelihatan ada tekanan inflasi kurang lebih 0,39 persen,” ujar Gubernur BI Agus DW Martowardojo di Jakarta, Jumat (18/11/2016).


Agus menjelaskan, ada beberapa faktor yang mendorong inflasi pada bulan November 2016. Salah satunya adalah harga cabai dan bawang merah yang mengalami tekanan inflasi yang cukup tinggi.


Selain itu, ada pula periode La Nina atau masa basah yang berkelanjutan. Menurut Agus, kondisi cuaca basah yang berkelanjutan ini memberikan dampak kepada produktivitas pangan. Kondisi semacam itu terjadi antara lain di Sumatera Utara.


“Ada juga virus kuning yang berpengaruh kepada gagalnya panen cabai. Ini membuat kondisi ketersediaan cabai di pasar terbatas dan membawa tekanan di inflasi,” jelas Agus.


Bank sentral menyambut baik koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan BI guna menjaga inflasi agar tidak terus merambat naik.


Adapun hingga akhir tahun 2016, bank sentral memperkirakan inflasi IHK akan berada pada kisaran 3 hingga 3,2 persen, sejalan dengan target yang dipatok BI, yakni 4 plus minus 1 persen. (kompas.com/hp)