• Search
  • Menu

Tiga Anggrek Terkenal Dunia, Dua dari Indonesia

| Sabtu, 19 November 2016 - 22:20 WIB | 382 Views



Tiga jenis anggrek lokal terkenal di dunia berada pada tiga tempat, yaitu satu dari Filipina dan dua dari Indonesia yakni Bogor, Jawa Barat, dan Tanah Laut, Kalimantan Selatan.

BANJARMASIN, Baranews.coTiga jenis anggrek lokal terkenal di dunia berada pada tiga tempat, yaitu satu dari Filipina dan dua dari Indonesia yakni Bogor, Jawa Barat, dan Tanah Laut, Kalimantan Selatan.


Ketua Bidang Pengembangan Agribisnis Perhimpunan Anggrek Indonsia (PAI) Ir Rossi Rozanna Septimurti mengatakan hal itu saat datang ke Kalimantan Selatan (Kalsel) mewakili Ketua Umum PAI Rita Subowo, Sabtu (19/11/2016).


Dia mengatakan, dari Kalsel Kalimantan Selatan adalah anggrek bulan Pleihari (Phalaenopsis amabilis).


Kedatangan pengurus PAI Pusat itu berkenaan dengan pengukuhan pengurus PAI Kalsel yang diketehuai Aida Muslimah, dan pengurus PAI Kabupaten Balangan dan PAI Kabupaten Tanah Laut di Mahligai Pancasila Banjarmasin.


Menurut Rossi, anggrek bulan Pleihari paling bagus dijadikan sebagai inti silang, karena adanya berbagai kelebihan yang tidak terdapat pada anggrek jenis lainnya di daerah lain.


Masa berbunga anggrek bulan Pleihari cukup lama antara tiga sampai enam bulan, sedangkan anggrek biasa tidak lebih dari satu bulan.


Selain itu, tambahnya anggrek bulan Pleihari memiliki jumlah kuntum dalam satu tangkai bisa mencapai 25-50 buah dan banyak cabang dalam tangkai.


Anggrek biasa atau anggrek lainnya hanya memiliki 10-15 kuntum dalam tangkai dengan hanya satu cabang.


Anggrek bulan Pleihari ini juga merupakan salah satu jenis anggrek yang memiliki bunga dinilai sangat indah bewarna putih bersih dan bernilai ekonomi yang tinggi.


Mengutip ketengan PAI Kalsel, di wilayah itu terdapat 1.000 anggrek dari 4.000 jenis anggrek Kalimantan.


Dari 1.000 anggrek di Kalsel itu tujuh di antaranya anggrek langka yang dilindungi undang-undang, sehingga tak bisa diperjualbelikan.


Ketujuh anggrek dilindungi dimaksud adalah Paraphalaenopsis laycocki,Paraphalaenopsis labukensis, dan Paraphalaenopsis serpentilingua. Ketiganya merupakan jenis anggrek tikus yang kini sulit diperoleh.


Selanjutnya Phalaennopsis gigantea atau anggrek bulan gajah, Coelogyne pandurata atau anggrek hitam, Spatthoglottis aurea atau anggrek tanah kuning, dan terakhir Grammatophylium speciosum.


Kegiatan itu juga dimeriahkan dengan pameran serta lomba anggrek. (kompas.com/hp)