• Search
  • Menu

Parade Bhinneka Tunggal Ika Tegaskan NKRI Tak Bisa Digantikan

| Minggu, 20 November 2016 - 13:02 WIB | 512 Views



Indonesia menjamin perbedaan dalam kesatuan. Seperti semboyan yang selama ini kita junjung tinggi yaitu Bhinneka Tunggal Ika,

Jakarta, Baranews.co - Penggagas Parade Bhinneka Tunggal Ika, Nong Darol Mahmada mengatakan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan dasar negara Pancasila tidak bisa digantikan oleh apa pun.


“Indonesia menjamin perbedaan dalam kesatuan. Seperti semboyan yang selama ini kita junjung tinggi yaitu Bhinneka Tunggal Ika,” kata Nong di Bundaran Patung Kuda, Jakarta, Sabtu (19/11).


Dia mengatakan, bila ada pihak-pihak atau oknum yang ingin menggantikan Pancasila, maka merupakan tindakan inkonstitusional yang harus dicegah bersama-sama seluruh rakyat Indonesia. “Mereka yang ingin menggantikan Pancasila harus ditindak tegas. Dicegah secepatnya, agar niat dan usahanya tidak terjadi dan tidak merusak perdamaian yang sudah terpelihara sejak lama,” ujarnya.


Diungkapkannya, usaha mengganti Pancasila telah terlihat dari upaya sekelompok orang melalui aksi teror di Samarinda, Kalimantan Timur dan sebagainya. Aksi ini sekaligus mengecam pelaku yang telah menewaskan bocah Intan Olivia Marbun itu. "Kami mengutuk keras tindakan anti-Pancasila tersebut," serunya.


Nong mengajak semua elemen masyarakat tidak tinggal diam di tengah upaya memecah belah NKRI. "Kita harus mempertahankan kebhinnekaan di Indonesia. Kita harus mempertahankan keutuhan negara ini. Kita harus mempertahankan kedamaian di Indonesia. Karena kita cinta Indonesia, dengan menjaga sesama meski berbeda,” tukasnya.


Dia mengungkapkan, parade ini bukan untuk menandingi demo 4 November lalu, melainkan ingin menegaskan ke seluruh rakyat Indonesia bahwa NKRI adalah harga mati, tidak bisa digantikan oleh apa pun.


Penggagas lainnya, Nia Sjarifudin mengungkapkan penyelenggaraan Parade Bhinneka Tunggal Ika dilaksanakan sebagai bentuk perhatian masyarakat terhadap polemik beberapa waktu terakhir ini. Kegiatan ini juga untuk menyikapi upaya yang dapat mengarah perpecahan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. “Makanya kami bergerak. Acara ini digelar untuk menyikapi keprihatinan atas situasi yang berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa dan negara Indonesia,” tegas Nia.


Penggagas lainnya, Amos Sugianto menyatakan parade tersebut sifatnya karnaval untuk memberi suasana damai dan menampilkan kekayaan budaya Indonesia. "Kami enggak ada niat untuk menandingi aksi 4 November, enggak ada sama sekali. Jadi ini sebuah panggilan hati nurani dimana parade ini bukan unjuk gigi melanjutkan demo balasan, tidak," kata Amos.











Lenny Tristia Tambun/WBP


BeritaSatu.com