• Search
  • Menu

Melihat Perjuangan Balita Melawan Hidrosefalus di Gubug Reyotnya

| Minggu, 20 November 2016 - 19:44 WIB | 416 Views



Ahmad Sarul Mari'i yang masih berumur 14 bulan harus berjuang keras melawan penyakitnya. Sejak usia dua bulan, buah hati pasangan Faktur Rohman (25) dengan Dwi Indah Setyowati (20) ini divonis menderi

Tuban, Baranews.co - Ahmad Sarul Mari'i yang masih berumur 14 bulan harus berjuang keras melawan penyakitnya. Sejak usia dua bulan, buah hati pasangan Faktur Rohman (25) dengan Dwi Indah Setyowati (20) ini divonis menderita hidrosefalus.

Kepala bocah ini terus membesar hingga saat ini. Keinginan untuk bisa sembuh anaknya terus diusahakan oleh orangtuanya. Sayangnya, ketika usia Mari'i menginjak 4 bulan, orangtuanya bermasalah.


Dwi Indah yang sebelumnya tinggal bersama suaminya di Gresik, akhirnya kembali tinggal di rumah reotnya di Dusun Betengrowo, Desa Sumberejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban bersama anaknya semata wayang yang dalam keadaan sakit itu.

"Usia dua bulan baru diketahui kalau sakit di kepala. Padahal saat kelahiran juga tidak ada tanda tanda benjolan di kepalanya" tutur Dwi Indah, ibunda Mari'i kepada detikcom yang menemuinya di RS Dr Koesma Tuban, Minggu (20/11/2016).

Informasi yang didapat, penyakit hidrosefalus menyerang organ otak. Penderita hidrosefalus mengalami penumpukan cairan di dalam otak yang berakibat pada meningkatnya tekanan pada otak. Jika tidak segera ditangani, jaringan dan melemahkan fungsi otak lambat laun akan rusak.

Mari'i akhirnya dirawat di RS Dr Koesma, Tuban sejak Senin (14/11/2016). Menempati ruang isolasi di Blok Melati, Mari'i melalui hari-harinya untuk menuju kesembuhan. Orang tuanya serta sang nenek Sumiati (50) bergantian menjaganya.


Pelayanan di rumah sakit diakui oleh orang tuanya cukup bagus. Penanganan medisnya juga berangsur membuahkan perkembangan.

"Enak di sini, sudah dua kali cairan yang ada di otak diambil. Ini matanya juga sudah terlihat. Sebelum di bawa ke sini, kepala yang depan ini menonjol banget," ungkap Dwi Indah.

Dwi Indah berharap anaknya diberikan kemudahan. Bahkan rencana penanganan medis melalui jalan operasi pun akan ditempuh untuk kesehatan sang buah hatinya.

"Saya rela dan siap menghadapi, asalkan diberikan kesembuhan anak saya," katanya.

Karena kondisi ekonomi yang tidak mampu, tak sedikit dermawan yang membantu untuk pengobatan maupun biaya hidup sehari-hari Mari'i dan ibunya.

Ibunda Mari'i juga mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut membantu keluarganya. "Terima kasih banyak kepada dermawan, mohon doanya untuk kesembuhan Mari'i agar bisa menjadi seperti anak normal lainnya," katanya.


Kepala Humas RS Dr Koesma, Siswanto mengatakan bahwa pelayanan akan diberikan kepada Mari'i sehingga cepat diberikan kesembuhan.

"Kita tetap melayani pasien hedrosefalus ini dengan baik, untuk berapa lama akan dirawat itu kita serahkan pihak keluarga. Karena itu hak keluarga. Yang penting kita sudah memberikan pelayanan dan perawatan yang baik," kata Siswanto. (detik.comhp)