• Search
  • Menu

Akibat Perang, Semua Rumah Sakit di Aleppo Timur Hancur

| Senin, 21 November 2016 - 16:31 WIB | 272 Views



Seorang anggota kelompok sukarelawan White Helmets alias Helm Putih membopong jasad seorang anak perempuan dari reruntuhan rumahnya yang hancur dihantam bom di Aleppo, Suriah.

Saat ini tak ada lagi rumah sakit yang berfungsi di kawasan kota Aleppo yang terkepung,

GENEVA, Baranews.co - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Minggu (20/11/2016), mengatakan, sudah tak ada lagi rumah sakit yang berfungsi di wilayah timur Aleppo yang dikuasai pemberontak Suriah.

Di tempat ini setidaknya terdapat 250.000 orang yang terkepung dan sebagian besar membutuhkan bantuan medis darurat.

Berbagai fasilitas kesehatan menjadi sasaran dalam perang saudara yang brutal ini, sebuah pola yang terus berlangsung dalam serangan pasukan pemerintah untuk menguasai sepenuhnya Aleppo.

"Saat ini tak ada lagi rumah sakit yang berfungsi di kawasan kota Aleppo yang terkepung," demikian pernyataan resmi WHO.

"Lebih dari 250.000 pria, wanita, dan anak-anak tinggal di wilayah timur Aleppo kini tak memiliki akses ke layanan kesehatan," tambah WHO.

WHO menambahkan, sejumlah layanan kesehatan berupa klinik masih beroperasi di kota yang hancur itu. 

Namun, penanganan trauma, pembedahan besar, dan tindakan medis lain tak bisa diperoleh warga Aleppo.

Berbagai badan PBB, termasuk WHO, dilarag memasuki Aleppo timur sejak Juli lalu ketika pasukan pemerintah merebut akses terakhir menuju ke wilayah itu.

Alhasil, Aleppo timur sepenuhnya terputus dari pasokan makanan dan obat-obatan selama lebih dari empat bulan.

Utusan PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura, sudah berulang kali melakukan negosiasi agar bantuan PBB bisa masuk ke Aleppo, tetapi semua usaha itu sejauh ini gagal.

Staffan memperingatkan, waktu semakin sedikit untuk menghindari sebuah bencana kemanusiaan yang sangat buruk. (kompas.com/hp)