• Search
  • Menu

Jokowi Ingin Lahan BUMN di Walini Jadi Pusat Pendidikan Teknologi

| Rabu, 23 November 2016 - 22:02 WIB | 255 Views



Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin pengembangan pendidikan ilmu dan teknologi lebih agresif. Namun, salah satu kendalanya adalah lokasi.

Jakarta, Baranews.co - Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin pengembangan pendidikan ilmu dan teknologi lebih agresif. Namun, salah satu kendalanya adalah lokasi. 

Oleh sebab itu, Jokowi meminta ketersediaan lahan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Walini, Jawa Barat (Jabar) untuk dikelola Institut Teknologi Bandung (ITB).

Lahan kampus ITB yang tersedia sekarang adalah 27,8 hektar. Sangat kecil bila dibandingkan dengan kampus UTM, di Malaysia yang luasnya mencapai 1.150 hektar atau kampus Kasetsart di Thailand dengan luas 1.214 hektar.

"Masalah lahan ini dapat dicarikan solusinya dengan memanfaatkan baik mungkin nanti aset milik negara atau daerah yang berada di bawah penguasaan BUMN atau BUMD, namun kurang optimal pemanfaatannya," ungkapnya dalam kabinet terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (23/11/2016).

Lahan di Walini adalah milik PTPN VIII. Dengan luas yang cukup memadai, seharusnya menurut Jokowi bisa dimanfaatkan oleh ITB. Jokowi meminta agar menteri terkait untuk segera membahas optimalisasi lahan tersebut.

"Saya minta Menristek dikti, Menteri BUMN segera berkoordinasi di bawah Menko untuk tadi yang saya sampaikan," imbuhnya.

Mekanisme penggunaan lahan bisa disesuaikan dengan aturan perundang-undangan yang berlaku. Jokowi menilai tidak ada hal yang terlalu menghambat proses tersebut.

"Ada beberapa mekanisme yang dapat digunakan untuk pengalihfungsian aset ini di antaranya ganti rugi atau relokasi. Juga perlu saya Ingatkan bahwa 60 hari sejak izin penetapan lokasi dikeluarkan, pelepasan aset milik BUMN itu harus sudah terlaksana," papar Jokowi.

"Tidak ada alasan karena aset dikuasai BUMN menyebabkan terhambatnya pembangunan dan pengembangan kawasan. Justru sebaliknya aset BUMN harus dapat dimaksimalkan untuk menunjang pembangunan yang merupakan hal untuk kepentingan umum," ujarnya.

Pengembangan pendidikan ilmu dan teknologi sangat penting untuk mendorong peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Indonesia, kata Jokowi harus memiliki SDM yang kreatif dan inovatif serta mampu bersaing dengan negara-negara lainnya.

"SDM yang tidak mampu memenuhi tuntutan tersebut dengan sendirinya akan terpinggirkan dalam arus kompetisi global ini," tegas Jokowi.

Secara berkelanjutan maka hal tersebut bisa mendorong peningkatan perekonomian masyarakat secara nasional.

"Diperlukan kehadiran lembaga tinggi di bidang sains dan teknologi yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai agar kita bisa bertransformasi menuju ekonomi yang berbasis inovasi, yang mendorong pencapaian income yang tinggi," pungkasnya. (detik.com/hp)